Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sejumlah warga di Kampung Bawei, Distrik Teluk Umar, Kabupaten Nabire – Papua Tengah dilaporkan terserang sekaligus tiga jenis penyakit, yaitu diare, muntaber, dan malaria selama hampir sebulan terakhir. Hingga saat ini belum tercatat ada warga yang meninggal dunia, namun kondisi warga semakin memprihatinkan karena pelayanan kesehatan di lokasi dinilai tidak berjalan optimal.
“Sudah hampir satu bulan banyak warga sakit diare, malaria, dan muntaber. Belum ada yang meninggal, tapi ada yang kondisinya cukup berat. Saya bukan tenaga kesehatan, jadi bingung harus berbuat apa selain menyampaikan kondisi ini,” ujarnya Kepala Kampung Bawei, Simon Manahara, saat ditemui di Kelurahan Kalibobo, Nabire, Sabtu malam (20/6/2026)
Ia menjelaskan, gejala penyakit mulai dirasakan warga sejak sekitar satu bulan yang lalu, namun penanganan medis belum maksimal.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya ada lebih dari 10 orang warga yang terjangkit penyakit tersebut. Sebagian diantaranya telah dibawa ke kota dan ke Puskesmas Yeretuar untuk mendapatkan pengobatan, sedangkan sisanya masih berada di kampung dan belum mendapatkan penanganan langsung dari petugas kesehatan.
“Untuk jumlah penderita yang pasti masih dalam proses pendataan karena belum ada laporan rinci dari Kampung,” jelasnya.
Dengan kondisi ini kata Simon, Kader kesehatan di kampung telah mengambil sampel pemeriksaan malaria dan mengirimkannya ke pihak terkait, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut pengobatan. Menurut keterangan, dari dua orang kader yang ditugaskan, satu orang tidak berada di tempat, sedangkan yang lain hanya bisa mengirimkan sampel tanpa memiliki kewenangan atau obat untuk merawat warga.
Masalah utama yang dikeluhkan adalah ketidakhadiran petugas kesehatan di Kampung Bawei. Ia mengakuh, secara administrasi terdapat 12 orang petugas kesehatan yang tercatat bertugas di lingkungan Puskesmas Bawai, namun keberadaannya tidak menentu. Terakhir kali petugas turun ke lokasi tercatat pada tanggal 6 Juni 2026 lalu, dan sejak saat itu tidak ada lagi tenaga kesehatan yang berada di tempat guna pelayanan kepada masyarakat.
“Petugas kadang ada, kadang tidak. Dari tanggal 6 Juni sampai hari ini tidak ada di Kampung. Jadi dengan kondisi saat ini, bisa dikatakan ini termasuk kejadian luar biasa karena ada tiga penyakit sekaligus menyerang warga,” Kata Simon.
Simon mengungkapkan, hambatan pelayanan kesehatan yang terjadi di Kampungnya gegera Puskesmas Bawai saat ini belum bahkan tidak beroperasi secara mandiri dan masih bergantung pada Puskesmas Yeretuar untuk kebutuhan operasional dan biaya. Kondisi ini membuat petugas kesulitan menjalankan tugas secara rutin di kampung.
Meskipun demikian, Simon menegaskan bahwa penyampaian laporan ini bukan bermaksud menyalahkan atau menjatuhkan kinerja petugas, melainkan semata-mata agar pelayanan kesehatan bisa ditingkatkan dan warga mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
“Saya sudah berusaha menghubungi Kepala Puskesmas dan petugas berkali-kali, namun sulit dihubungi. Baru setelah informasi ini disampaikan ke grup Distrik Yaur, barulah ada tanggapan dan koordinasi dari pihak Distrik Yaur,” ungkapnya.
Simon, juga mengingatkan pentingnya kehadiran petugas kesehatan secara terus-menerus di tempat tugas, mengingat risiko jika kondisi dibiarkan berlarut-larut. Ia berbagi pengalaman masa lalunya, di mana ada warga yang meninggal dunia karena harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pengobatan tanpa ada pertolongan awal dari petugas kesehatan di kampung.
“Kalau guru tidak masuk, pembelajaran bisa tertunda. Tapi kalau sakit, tidak bisa ditunda. Kita tidak tahu kapan seseorang jatuh sakit. Petugas harus selalu ada di tempat tugasnya,” ujarnya kesal.
Sementara itu, seorang warga lain juga menyampaikan keprihatinannya. Namanya Gerardus Manahara, yang menambahkan bahwa dalam satu keluarga saja sudah tercatat ada tiga orang yang sakit. Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire segera mengambil langkah nyata.
“Kalau dibiarkan terus, penyakitnya bisa meluas. Kami harap ada perintah tegas dari pimpinan agar petugas segera turun, mendata seluruh warga yang sakit, dan memberikan obat serta penanganan secara langsung,” harapnya.
keduanya berharap, agar petugas Puskesmas Bawei segera kembali ke Kampung agar memberikan pelayanan kepada warga. Mereka juga menyampaikan bahwa tim kesehatan dijadwalkan baru akan turun menuju lokasi pada hari Rabu mendatang, namun warga berharap penanganan dapat dipercepat mengingat kondisi warga yang semakin membutuhkan pertolongan.
Hingga berita ini diturunkan, Kalawai belum mendapatkan penjelasan dari pihak terkait seperti Kepala Puskesmas Bawei dan Kadis Kesehatan Kabupaten Nabire gegera terhambat malam. [*]
