Tanah Papua

Yanni: PPIR Harus Menjadi Kekuatan Pengabdian untuk Kemajuan Papua

0
Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni saat pengukuhan dan pelantikan pengurus PPIR yang berlangsung pada Selasa sore (02/06/2026)

Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni menegaskan pentingnya kehadiran organisasi sayap Partai Gerindra, Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR), sebagai kekuatan pengabdian yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil di Tanah Papua.

Penegasan itu disampaikan Yanni dalam acara pengukuhan dan pelantikan pengurus PPIR yang berlangsung pada Selasa sore (02/06/2026).

Pengukuhan dilakukan terhadap pengurus tingkat provinsi dan kabupaten/kota di empat provinsi, yakni Papua, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Menurut Yanni, momentum pengukuhan tersebut memiliki arti strategis karena hadir pada saat Papua sedang berada dalam fase penting pembangunan dan transformasi sosial.

“Papua membutuhkan semakin banyak elemen masyarakat yang mau bekerja, bergerak, dan hadir bersama rakyat. PPIR memiliki modal pengalaman, disiplin, serta semangat pengabdian yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan saat ini,” ujar Yanni.

Yanni menilai para purnawirawan memiliki posisi yang istimewa dalam kehidupan berbangsa. Pengabdian yang telah diberikan selama bertugas tidak berhenti ketika masa dinas berakhir.

Sebaliknya, pengalaman panjang yang dimiliki para purnawirawan dapat menjadi sumber energi baru untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Dalam sambutannya, Yanni menyebut PPIR sebagai wadah yang mampu menjaga semangat patriotisme, loyalitas terhadap kepemimpinan nasional, serta nilai-nilai perjuangan yang selama ini menjadi semangat pengabdian para purnawirawan.

“Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya merupakan rumah besar bagi para patriot yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bangsa dan negara. Semangat itu tidak boleh surut. Justru harus terus hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Yanni yang juga merupakan anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua.

Belajar dari Pengalaman

Pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai anggota DPR Papua membuat Yanni memahami bahwa pembangunan di Papua tidak cukup diukur dari banyaknya proyek yang dibangun.

Masyarakat, menurut dia, membutuhkan kehadiran pemimpin yang mampu mendengar, memahami, dan merasakan langsung kebutuhan rakyat.

Selama dua dekade mengunjungi kampung-kampung, berdialog dengan tokoh adat, tokoh agama, perempuan, pemuda, dan masyarakat akar rumput, Yanni melihat bahwa harapan rakyat Papua pada dasarnya sederhana.

Mereka menginginkan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, lapangan pekerjaan yang terbuka, serta kehidupan yang aman dan damai.

“Papua memiliki kekayaan luar biasa. Kekayaan alam, budaya, dan sumber daya manusia. Tantangan kita adalah memastikan seluruh potensi itu benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Papua,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap PPIR tidak hanya menjadi organisasi yang aktif secara struktural, melainkan hadir sebagai mitra pembangunan yang mampu menyerap aspirasi masyarakat dan ikut mengawal berbagai program yang menyentuh kebutuhan rakyat.

Jangan Menunggu Petunjuk

Dalam kesempatan tersebut, Yanni juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh jajaran pengurus PPIR yang baru dikukuhkan.

Ia meminta para pengurus membangun budaya organisasi yang responsif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurut dia, luasnya wilayah Papua tidak boleh menjadi alasan terhambatnya koordinasi dan pelaksanaan program organisasi.

Teknologi komunikasi saat ini telah membuka ruang yang lebih cepat dan murah untuk bekerja serta berkolaborasi.

“Saya meminta seluruh pengurus untuk memanfaatkan teknologi yang ada. Banyak hal bisa dilakukan melalui zoom meeting. Jangan menunggu, jangan terpaku hanya pada permintaan petunjuk. Organisasi harus bergerak, berinisiatif, dan menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Yanni.

Ia menilai semangat bekerja yang cepat dan efektif menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Sejalan dengan Visi Presiden

Yanni menegaskan bahwa semangat pengabdian yang dibangun PPIR sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama pembangunan nasional.

Dalam pandangan Yanni, perhatian Presiden Prabowo terhadap Papua merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan bahwa pembangunan nasional dapat dirasakan secara merata hingga wilayah paling timur Indonesia.

Karena itu, seluruh elemen bangsa, termasuk PPIR, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal agenda pembangunan tersebut.

“Presiden Prabowo memiliki komitmen yang kuat agar negara hadir sampai ke masyarakat paling bawah. Papua menjadi bagian penting dari visi besar itu. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat,” ujarnya.

Yanni berharap pengukuhan pengurus PPIR di empat provinsi tersebut menjadi awal lahirnya gerakan pengabdian yang lebih luas dan lebih nyata di tengah masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari sejauh mana kehadirannya dirasakan oleh rakyat.

“PPIR harus menjadi kekuatan moral, kekuatan pengabdian, dan kekuatan sosial yang bekerja untuk rakyat. Papua membutuhkan lebih banyak orang yang mau turun ke lapangan, mendengar masyarakat, membantu menyelesaikan persoalan, dan menjaga optimisme tentang masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera,” kata Yanni.

Bagi Yanni, masa depan Papua tidak akan ditentukan oleh seberapa besar kekayaan yang tersimpan di dalam tanahnya, melainkan oleh seberapa besar kepedulian orang-orang yang bersedia mengabdikan dirinya untuk rakyat.

“Kehadiran PPIR harus menjadi bukti bahwa pengabdian kepada bangsa tidak mengenal masa pensiun. Seragam boleh dilepas, jabatan boleh berakhir, tetapi tanggung jawab moral untuk menjaga Indonesia dan memakmurkan Papua tidak pernah selesai,” kata Yanni. (Davine)

error: Content is protected !!
Exit mobile version