Nabire, Kalawaibumiofi.com | Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah menyediakan dua unit bus untuk melayani kebutuhan angkutan umum maupun kegiatan lembaga di wilayah sekitar. Layanan ini terbuka bagi masyarakat, sekolah, gereja, serta instansi yang membutuhkan transportasi.
Kedua bus tersebut melayani perjalanan baik di dalam kota maupun ke wilayah luar kota, hingga batas Kecamatan Lagari dan Karadiri. Penggunaannya dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan untuk kegiatan resmi, ibadah, pendidikan, maupun keperluan umum lainnya.
“Bus ini kami sediakan untuk melayani masyarakat. Baik untuk keperluan gereja, sekolah, maupun kegiatan kelompok, semuanya bisa menghubungi kami untuk menggunakannya,” jelas Kepala Bidang Darat, Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Yunius Tabuni, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (23/6/2026).
Mengenai biaya penggunaan bus kata Yunius, pihaknya tidak menetapkan tarif resmi yang baku. Besaran biaya disesuaikan secara wajar, dengan prinsip tidak memberatkan pengguna. Jika digunakan untuk kegiatan resmi pemerintah provinsi, biaya bahan bakar dan tenaga sopir sepenuhnya ditanggung Dishub. Sedangkan untuk penggunaan umum atau lembaga seperti gereja dan sekolah, pengguna cukup menanggung biaya bahan bakar serta memberikan pengganti sederhana bagi sopir sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjalanan.
“Kami tidak membuat ketentuan tarif yang pasti. Yang penting pelayanan berjalan, dan pengguna hanya menanggung biaya yang wajar saja, cukup untuk kebutuhan perjalanan dan keperluan sopir. Kami pastikan tidak memberatkan pihak yang menggunakan,” kata Yunius.
Ia juga menambahkan bahwa pengoperasian bus tetap berada di bawah kendali penuh dinas. Sopir dan pengemudi disediakan oleh pihak instansi, sehingga keamanan dan ketertiban perjalanan tetap terjaga.
“Kunci kendaraan tidak kami serahkan kepada pengguna. Sopir tetap dari kami, sehingga rute dan kondisi kendaraan dapat kami awasi langsung. Ini agar pelayanan tetap aman dan terjamin kualitasnya,” pungkasnya.
Layanan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat di Nabire, mengingat masih terbatasnya sarana angkutan umum resmi yang beroperasi di sini. [*]


















