Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sebanyak 592 personel gabungan TNI–Polri dan Satpol PP disiagakan untuk pengamanan aksi penyampaian aspirasi masyarakat Simapitowa yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Nabire, pada Senin, 10 Agustus 2026 besok.
Kesiapan pengamanan tersebut disampaikan Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, usai memimpin apel kesiapan personel gabungan di halaman Polres Nabire, pada Minggu, (9/8/2026).
Tatiratu mengatakan, apel tersebut merupakan bagian dari persiapan pengamanan sekaligus pelayanan terhadap masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi.
“Hari ini kami bersama seluruh rekan-rekan baik dari TNI, Polri maupun Satpol PP Provinsi, melaksanakan apel kesiapan dalam rangka pelayanan penyampaian aspirasi dari kelompok masyarakat Simapitowa yang akan dilaksanakan besok, Senin, 10 Agustus 2026,” ujar Samuel.
Ia menjelaskan, personel gabungan yang dilibatkan dalam pengamanan berjumlah 592 orang. Setelah apel kesiapan, personel akan melaksanakan show of force, kemudian dilanjutkan dengan apel pengecekan terakhir pada Senin pagi sebelum turun ke lapangan.
“Besok pukul 06.00 WIT kami akan melaksanakan apel pengecekan terakhir sebelum turun ke lapangan untuk melaksanakan pelayanan kepada masyarakat Simapitowa yang akan menyampaikan aspirasi,” jelasnya.
Tatiratu, juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Ketua Simapitowa, Fabianus Tebai, para simpatisan telah diimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung.
Massa juga diingatkan untuk tidak mengonsumsi minuman keras, tidak membawa benda-benda yang dapat mengganggu keamanan, serta tidak membawa bendera maupun simbol yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama di Kabupaten Nabire,” katanya.
Ia meminta agar para koordinator lapangan (Korlap) membangun komunikasi dua arah dengan aparat keamanan. Jika terjadi dinamika di lapangan, para korlap diharapkan dapat mengendalikan massa agar penyampaian aspirasi tetap berlangsung aman dan tertib.
Berdasarkan koordinasi terakhir, terdapat dua titik yang menjadi lokasi berkumpulnya massa, yakni Hotel Andaman dan Pasar Karang. Kapolres menyarankan agar massa dapat berkumpul di satu titik untuk mempermudah mobilisasi menuju kantor DPR Papua Tengah sebagai lokasi penyampaian aspirasi.
“Kami mengharapkan rekan-rekan korlap agar dalam persiapan penyampaian aspirasi dengan sasaran DPRP dapat bergabung di satu tempat, seperti di Pasar Karang, sehingga mobilisasi massa menuju DPR Provinsi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Terkait jumlah massa, Kapolres menyebut aksi tersebut melibatkan masyarakat dari 11 distrik. Namun, jumlah pasti peserta masih akan melihat perkembangan situasi di lapangan.
Sementara itu, terkait substansi aspirasi, Kapolres menyampaikan bahwa masyarakat Simapitowa akan menyampaikan aspirasi mengenai keberadaan pos-pos aparat keamanan di sejumlah wilayah, termasuk arah Kilo 100, serta persoalan-persoalan yang terjadi di lapangan.
Kapolres Nabire juga mengimbau masyarakat Kabupaten Nabire tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan aksi.
“Kami dari Polres Nabire bersama seluruh rekan-rekan TNI, Satpol PP, Polda maupun Brimob siap melakukan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa,” tegasnya.
Ia menambahkan, apabila terjadi kemacetan di sejumlah titik, masyarakat diminta mengikuti arahan petugas di lapangan terkait pengaturan arus lalu lintas.
Kapolres juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan tindakan yang diduga merupakan tindak pidana melalui Call Center 110, mendatangi Polsek atau Pospol terdekat, maupun menghubungi Polres Nabire.
“Yang paling penting, mari kita semua menjaga Kabupaten Nabire tetap aman, nyaman dan kondusif. Peran serta masyarakat sangat kami butuhkan,” pungkasnya.
Harapan Tatiratu, seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi dapat berlangsung aman, tertib dan lancar dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala suku serta para peserta aksi. [*]
