![]() |
| Kelompok The Kombongers dan warga melepas Tukik –Bumiofinavandu/Nabirenews. |
“Pelepasan anak penyu alias tukik ini kami lakukan sebagai upaya melestarikan populasi penyu di kabupaten Nabire agar tidak punah. Selain itu, dengan adanya penyu di lautan, akan memberikan dampak yang luar biasa baik untuk keseimbangan lingkungan maupun sebagai peningkatan ekonomi di sektor perikanan,” Kata Wambrau seperti dilansir dari Nabirenews.
Salah anggota komunitas, Aris Wambrauw, mengatakan pengembaliak tukik dimaksud sebagai langkah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terhadap pentingnya pelestarian penyu di daerah Nabire.
“Waktu itu kami baru pulang tarik jaring, pas saya mau pergi ambil karung untuk isi ikan-ikan, kaget begini, anak penyu muncul dekat karung,” ujar Welem dengan dialeg Papuanya yang masih kental.
Ketua Komunitas The Kombongers, Riki Edy (43) berharap, dengan pelepasan tukik atau anak penyu ini, bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya penyu di kawasan laut Nabire.
“Saya pribadi sebagai penyelam sudah prihatin dengan kondisi laut sekitaran Nabire karena biotanya mulai sedikit. Ikan sedikit, penyu sedikit, karang-karang pun kurang sehat. Makanya saya merasa kog di daerah lain seperti di Bali, Lombok, dan NTT sana mempunyai penyu banyak sementara disini habitatnya mulai berkurang,” ungkap Riki.
Lanjut Riki, penyu memiliki peran penting di laut. Selain ia memakan rumput laut yang merusak karang, penyu juga memakan ubur-ubur yang memakan telur-telur ikan. Sehingga, melalui kegiatan tersebut dapat menunjukan bahwa kesehatan laut memang sangat bergantung sepenuhnya kepada penyu.(Red,Tiru)


















