Nabire, Kalawaibumiofi.com|Ada berbagai tantangan yang dihadapi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dalam membangun tata tata kelola pemerintahan yang kuat dan efektif.
Penjabat atau Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Tengah, Silwanus Sumule mengatakan sebagai provinsi yang baru terbentuk pada 2022, Papua Tengah memiliki berbagai tantangan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kuat dan efektif.
Menurutnya, salah satu tantangan dalam pelayanan publik itu adalah kondisi geografis yang luas, serta keterbatasan akses di beberapa wilayah.
“Dalam kondisi seperti ini, aparatur sipil negara memegang peranan yang sangat strategis sebagai penggerak utama pembangunan daerah,” kata Silwanus Sumule.
Pernyataan itu disampaikan Silwanus Sumule dalam sambutannya mewakili Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H saat Rapat Koordinasi Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (Bangkom ASN) Regional Papua Tahun 2026 di ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah.
Silwanus Sumule mengatakan, pengembangan kompetensi ASN menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun sinergi dalam penyelenggaraan pelatihan, penyediaan sarana prasarana diklat, serta penguatan sistem pengembangan kompetensi aparatur.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi untuk menciptakan ASN yang profesional guna mewujudkan Papua Tengah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” ucapnya.
Rapat ini dilaksanakan bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan BKPSDM dan dihadiri pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, serta peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua. (Alvi)

















