Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Ekonomi

Bantuan Budidaya Ikan Lele untuk Kepala Suku Woa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

0
×

Bantuan Budidaya Ikan Lele untuk Kepala Suku Woa, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gerki Waibusi saat menunjukan kolan iken lelenya, – Dok Untuk Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Pemerintah menyalurkan bantuan usaha budidaya ikan lele kepada Kepala Suku Woa, Gerki Waibusi, pada Selasa (25/8/2026) bertempat di Jalan Frans Kaisepo, Kelurahan Kalinona, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat setempat.

Dukungan yang diserahkan meliputi pembangunan satu unit kolam budidaya ikan lele, 1.000 ekor bibit ikan lele, kebutuhan pakan ikan, serta dana pembinaan sebesar Rp2.500.000. Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mengembangkan usaha budidaya, meningkatkan produktivitas, serta menambah pendapatan keluarga dan lingkungan sekitar.

Gerki Waibusi menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada masyarakat Suku Woa.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Bapak Presiden Republik Indonesia, atas bantuan usaha yang telah diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi kami karena dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Suku Woa,” ujar Gerki Waibusi.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak sekadar sarana menambah pendapatan, melainkan juga membuka peluang bagi masyarakat untuk belajar mengembangkan usaha secara mandiri. Ia bertekad mengelola bantuan yang diterima sebaik-baiknya agar budidaya ikan lele ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberi hasil yang sebesar-besarnya.

Sebagai Kepala Suku Woa, Gerki Waibusi juga menekankan pentingnya membangun semangat kemandirian ekonomi bagi masyarakat Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah. Bantuan pemerintah hendaknya dipahami sebagai dorongan dan stimulus untuk mengembangkan potensi diri dan lingkungan, bukan dijadikan satu-satunya sumber pemenuhan kebutuhan hidup.

“Masyarakat harus memiliki semangat untuk mandiri. Bantuan yang diberikan pemerintah merupakan bentuk perhatian dan dukungan agar masyarakat dapat berkembang. Karena itu, bantuan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik dan diikuti dengan semangat bekerja, sehingga masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya secara mandiri,” katanya.

Gerki Waibusi menilai berbagai program pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat perlu dimanfaatkan secara sungguh-sungguh dan produktif. Masyarakat diharapkan mampu mengenali peluang, menggali potensi yang ada di lingkungannya, serta meningkatkan etos kerja agar dukungan yang diberikan dapat membawa manfaat jangka panjang.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, Gerki Waibusi juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Suku Woa yang berdomisili di Kabupaten Nabire, untuk ikut bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia menghimbau agar masyarakat lebih bijak menerima maupun menyebarkan informasi, terutama yang belum jelas kebenarannya. Penyebaran kabar yang belum terverifikasi dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu ketertiban masyarakat.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Suku Woa untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya dan jangan ikut menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan keresahan. Mari kita menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif,” tegas Gerki Waibusi.

Pemberian bantuan usaha ini tidak hanya bermanfaat langsung bagi Gerki Waibusi dan keluarganya, tetapi juga berpotensi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Pengembangan budidaya ikan lele ini diharapkan dapat menjadi teladan usaha produktif yang mendorong peningkatan taraf hidup sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan di tengah masyarakat.

Bantuan ini juga merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat melalui program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Melalui pengelolaan yang tekun dan bertanggung jawab, bantuan ini diharapkan dapat terus berkembang, sehingga masyarakat Suku Woa semakin mandiri, bersatu, dan turut menjaga suasana yang aman serta kondusif di Kabupaten Nabire. [*]

error: Content is protected !!