![]() |
| Kadis Koperasi, Viktor Tebai, di ruang kerjanya – Bumiofinavandu. |
Nabire, Bumiofinavandu – Total jumlah koperasi yang tersebar di Kabupaten Nabire sebanyak 362 koperasi. Jumlah itu terdiri dari KUD sebanyak 35, KPN 25, ABRI 4, KSU 4, Kopkar 10, koppas 2, KSP 68, Kop Pontren 4, Kopwan 8, Kopma 2,Kop Pemuda 1, Ko Permas 73, Kop Nel 7, Kop jasa 1, Kopternak 2, kop prod 7, kop KONS 2, Kop lain 3.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nabire Viktor Tebai, berkata, sebagian besar koperasi sudah gulung tikar dan tidak lagi beroperasi. Faktornya ia sendiri belum paham namun dapat dipastikan sudah ditutup.
Sehingga, tugasnya adalah akan mendata ulang kemudian memberikan sosialisasi dan membina, dengan memberikan pelatihan ataupun memberikan modal awal agar kembali beroperasi.
“Saya dapat info kalau banyak yang sudah tidak beroperasi. Sehingga kami akan mendata ulang, cari tau kendalanya lalu memberikan pelatihan agar mereka kembali beroperasi,” kata Tebai.
Menurut dia, para pelaku usaha harus kembali menggerakan usahanya. Apalagi di massa pandemi covid-19. Jangan sampai koperasi terlena dengan situasi tetapi harus bangkit untuk memajukan roda perekonomiannya.
Maka Koperasi perlu melakukan inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan jaman termasuk teknologi.
“Terutama harus mengutamakan pelayanan anggota. Jadi mereka harus bangkit dan jangan sampai terlena, jangan juga menggebu-gebu buat koperasi lalu baru seumur jagung sudah menyerah,” tutur Tebai.
Sekretaris Dinas Koperasi Nabire, Robert Settyo Budi menambahkan, hambatan yang selama ini didapati adalah jiwa koperasinya belum tercipta baik. Dan biasanya juga ada yang hanya minta bantuan tanpa berusaha mandiri.
Padahal kata Budi, jika ada modal atau bantuan, seharusnya diolah sedemikian sehingga koperasi terus berjalan.
“Jadi kendala kebanyakan tidak ada jiwa koperasi. Ini yang agak susah,” tambah Budi.(Red)

















