Nabire, Kalawaibumiofi.com | Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof. Dr. Fernandes Simangunsong, menegaskan pentingnya disiplin bagi mahasiswa dalam membangun kualitas sumber daya manusia dan kemajuan daerah. Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum di Aula Fakultas FKPB Kampus USWIM Nabire, Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Nabire – Papua Tengah, Kamis (11/6/2026).
Prof. Fernandes menjelaskan tentang pentingnya manajemen dalam menentukan kemajuan suatu negara. Ia mengatakan bahwa istilah negara terbelakang bukan hanya dilihat dari kondisi pembangunan, tetapi lebih kepada bagaimana sebuah negara dikelola.
“Ada yang mengatakan under development country, tetapi yang benar bukan itu. Yang benar adalah under management country. Artinya tidak ada negara yang terbelakang, yang terbelakang itu adalah manajemennya,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan manajemen telah memasuki berbagai tahapan hingga generasi kelima, yaitu networking management atau manajemen berbasis jaringan. Ia menjelaskan bahwa setiap masa memiliki pola kepemimpinan dan pengelolaan yang berbeda.
Ia menyebut generasi pertama sebagai jungle management, kemudian berkembang menjadi management by direction, di mana pola kerja masih sangat bergantung pada arahan pimpinan.
“Selanjutnya masuk ke management by targeting dengan penekanan pada target kerja, hingga berkembang menjadi manajemen kualitas atau total quality management,” tuturnya.
Kata Prof. Fernandes, bahwa kualitas manajemen memiliki hubungan erat dengan dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Menurutnya, kebijakan pemerintahan harus berdasarkan pendekatan ilmiah.
“Scientific approach menjadi kunci utama. Semua keputusan dan kebijakan pemerintahan tidak boleh tidak mengikuti pendekatan keilmuan, sehingga orang kampus harus dilibatkan,” ujarnya.
Ia menerangkan bahwa perguruan tinggi memiliki tiga tugas utama, yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan kampus dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi perkembangan USWIM Nabire, termasuk hadirnya Fakultas Hukum dan rencana pembukaan Program Magister Ilmu Pemerintahan (MIP). Pihaknya siap membantu dalam proses pengembangan akademik.
“Papua harus maju. Jangan hanya berpikir harus sekolah di Jawa, di sini juga harus berkembang dan melahirkan generasi yang berkualitas,” katanya.
Prof. Fernandes mendorong mahasiswa Papua, khususnya di Uswim Nabire untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana membangun daerah.
“Anak-anak muda sekarang sudah dekat dengan media sosial. Gunakan media sosial untuk mendukung, memberikan masukan, bukan untuk menjatuhkan. Sampaikan dengan bahasa yang baik dan santun,” pesannya.
Prof. Fernandes memberikan pesan utama kepada mahasiswa USWIM Nabire agar menjadikan disiplin sebagai kunci keberhasilan.
Ia mencontohkan Jepang dan Singapura sebagai negara yang mampu berkembang karena memiliki budaya disiplin yang kuat. Menurutnya, mahasiswa adalah generasi penerus yang memiliki peran penting dalam membawa perubahan bagi Papua dan Indonesia bagian timur.
“Perintahnya hanya satu: disiplin, disiplin, dan disiplin. Mahasiswa harus datang kuliah, menghargai dosen, dan jangan terlambat,” pungkasnya. [*]

















