Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Bupati Nabire Bacakan Pesan Menhub: Keselamatan dan Konektivitas Transportasi Harus Diperkuat

2
×

Bupati Nabire Bacakan Pesan Menhub: Keselamatan dan Konektivitas Transportasi Harus Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Bupati Nabire, Mesak Magai saat membacakan amanat Menhuh saat upacara Hari Perhubungan Nasional 2026. Kamis (17/9/2026), – Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |    Bupati Nabire, Mesak Magai, mengajak insan perhubungan memperkuat konektivitas transportasi, meningkatkan keselamatan, serta memastikan pelayanan transportasi menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.

Pesan itu disampaikan Mesak saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026 di halaman Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire, Siriwini, Kamis (17/9/2026).

Dalam upacara tersebut, Mesak membacakan sambutan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi. Peringatan Harhubnas 2026 mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju.”

Mesak menyampaikan bahwa transportasi memiliki peran strategis dalam menghubungkan berbagai wilayah sekaligus membuka akses masyarakat terhadap ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik.

“Kita mempertemukan keluarga, membuka kesempatan kerja, membawa bahan pangan, menggerakkan industri, serta menghadirkan negara sampai ke wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan terpencil,” kata Mesak saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur transportasi harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pelabuhan, penerbangan perintis, angkutan massal, hingga sistem logistik menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas dan menekan biaya transportasi.

“Angkutan massal dapat membantu mengurangi waktu tempuh masyarakat, sedangkan sistem logistik yang efisien dapat memastikan hasil pertanian, perikanan, dan produk pelaku usaha sampai kepada konsumen dengan biaya yang lebih wajar,” tuturnya.

Bupati Mesak bilang, mengatakan konektivitas antara pusat produksi dan permukiman perlu terus diperkuat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menekan biaya angkutan dan logistik sekaligus memperluas pemerataan pembangunan.

Ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya konektivitas antara pusat produksi dan permukiman sebagai bagian dari upaya menurunkan biaya logistik dan memperluas pemerataan pembangunan.

Karena itu, insan perhubungan diminta menjaga keberlangsungan layanan transportasi perintis bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Di kawasan perkotaan, penguatan angkutan massal juga perlu dilakukan agar transportasi publik semakin mudah diakses masyarakat.

“Integrasi antarmoda juga dinilai penting untuk memudahkan perjalanan masyarakat dari satu titik ke titik lainnya. Pembenahan sistem logistik harus terus dilakukan agar konektivitas transportasi mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian,” ungkapnya.

Dalam sambutan itu, Mesak juga menyoroti pemanfaatan teknologi dalam sektor perhubungan. Teknologi, kata dia, harus dimanfaatkan untuk meningkatkan transparansi, efektivitas pengawasan, dan kualitas pelayanan publik.

Namun, kemajuan teknologi tetap harus berorientasi pada manusia. Kualitas pelayanan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh aplikasi, sistem pengawasan, maupun infrastruktur, tetapi juga oleh integritas dan kepedulian petugas di lapangan.

“Pada akhirnya berpulang kepada integritas, kepedulian, dan keberanian kita mengambil keputusan yang benar,” ungkapnya.

Aspek keselamatan dan keamanan transportasi juga menjadi perhatian dalam peringatan Harhubnas 2026. Mesak mengajak insan perhubungan menjadikan September sebagai momentum untuk memperkuat budaya keselamatan transportasi yang diterapkan secara berkelanjutan.

Ia mengapresiasi para pekerja transportasi yang menjalankan tugas di lapangan, mulai dari petugas yang memeriksa landasan, mengawasi pergerakan kapal, memastikan sistem persinyalan, memeriksa kendaraan, hingga petugas navigasi dan lalu lintas di terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandar udara.

Penghargaan juga disampaikan kepada petugas yang tetap menjalankan tugas ketika terjadi bencana maupun kecelakaan.

“Penghargaan terbaik terhadap pekerjaan yang sudah kita lakukan adalah tidak cepat merasa puas. Ukuran keberhasilan transportasi pada akhirnya adalah perubahan yang dirasakan oleh masyarakat,” kata Mesak.

Melalui peringatan Harhubnas 2026, insan perhubungan di Kabupaten Nabire diingatkan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menempatkan keselamatan dan keamanan sebagai prioritas.

Tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” diharapkan menjadi pengingat bahwa sektor transportasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga dengan upaya membuka akses masyarakat dan mendukung pemerataan pembangunan, termasuk di wilayah terpencil. [*]

error: Content is protected !!