Berita

Euforia Bola Tak Buat Masyarakat Papua Lupakan Issu Lingkungan dan PSN

3
Kristoforus Bauk saat diwawancarai di lingkungan Kampus USWIM Nabire, Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire. Jumat (19/6/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Di tengah meningkatnya antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia 2026, berbagai isu penting di Papua seperti pembangunan, pengelolaan hutan, lingkungan hidup, serta pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) tetap menjadi perhatian utama warga.

Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menyatakan masyarakat Papua mulai melupakan isu daerah karena sibuk mengikuti hiruk-pikuk Piala Dunia, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Kristoforus Bauk, menilai hal tersebut tidak terjadi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat tetap dapat mengikuti berbagai peristiwa yang berkembang.

Pernyataan itu disampaikan Kristoforus Bauk saat diwawancarai di lingkungan Kampus USWIM Nabire, Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire. Jumat (19/6/2026).

“Dunia saat ini sudah sangat modern dan terbuka. Setiap hari kita menerima berbagai macam informasi dari beragam sumber. Dengan peran media sosial yang semakin luas, masyarakat bisa mengakses puluhan bahkan jutaan informasi sekaligus, sehingga tidak hanya terfokus pada satu topik saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Piala Dunia 2026 memang menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan karena merupakan ajang akbar yang digelar setiap empat tahun sekali. Namun, ketertarikan terhadap olahraga tersebut tidak berarti warga melupakan persoalan yang ada di daerahnya.

“Jangan mengira karena ada Piala Dunia, lalu isu-isu di Papua dilupakan. Tidak demikian. Isu-isu daerah tetap berjalan dan terus dibahas di ruang diskusi, tempat umum, lingkungan kampus, maupun tempat berkumpul warga,” tegasnya.

Kristoforus menambahkan bahwa persoalan terkait pelaksanaan PSN, pembangunan infrastruktur, serta kelestarian hutan dan lingkungan masih menjadi pembahasan hangat di berbagai kalangan.

“Di kampus, di tempat berkumpul, maupun di kafe-kafe, warga tetap membicarakan bagaimana pelaksanaan PSN dan isu-isu lain yang menjadi perhatian utama di Papua saat ini,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa masyarakat Papua memiliki kecintaan yang mendalam terhadap sepak bola, sehingga wajar jika Piala Dunia mendapatkan perhatian yang sangat tinggi.

“Kita semua tahu bahwa antusiasme orang Papua terhadap sepak bola sangat besar. Wajar jika kita menantikan dan mengikuti ajang ini yang hanya datang setiap empat tahun sekali,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat dapat menikmati Piala Dunia sebagai pesta olahraga dunia, namun tetap harus memelihara kepedulian terhadap kondisi daerah.

“Nikmati pertandingan ini sebagai hiburan, tetapi jangan sampai melupakan apa yang terjadi di lingkungan kita. Teruslah membahas isu-isu penting agar bersama-sama kita dapat mencari solusi terbaik untuk pelaksanaan PSN dan berbagai persoalan lainnya,” pungkas Kristoforus Bauk. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version