Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Suku Simapitowa, Fabianus Tebai, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap kinerja Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, selama menjabat. Ia juga berharap jika nanti jika terjadi pergantian pimpinan, mana penggantinya yang datang harus memiliki semangat dan pola kerja yang sama dalam membangun kerja sama dengan tokoh masyarakat dan adat serta warga masyarakat di Nabire. Pernyataan itu disampaikan Fabianus Tebai pada Rabu (17/6/2026).
Ia mengaku, mendengar kabar bahwa akan ada pergantian Kapolres di wilayah Kabupaten Nabire dalam waktu dekat. Meskipun memahami bahwa rotasi jabatan adalah ketentuan resmi dalam lembaga kepolisian yang diatur undang-undang, ia berharap kepada pengganti Tatiratu agar menjaga meningkatkan kualitas pelayanan dan pendekatan ke masyarakat.
“Selama hampir satu tahun lebih bertugas, Kapolres (AKBP Samuel D. Tatiratu) ini luar biasa. Beliau bisa menjadi panutan bagi kepala suku, pemuda, dan tokoh agama. Semua unsur itu tergabung dalam kepemimpinannya di daerah ini,” ujarnya.
Fabianus mencontohkan saat terjadi aksi unjuk rasa sebanyak tiga kali, Kapolres tidak hanya mengandalkan kekuatan aparat, melainkan segera mengundang para kepala suku untuk bermusyawarah dan meminta kerja sama. Tujuannya satu: menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar situasi tetap kondusif.
“Beliau berani turun langsung ke lapangan menghadapi situasi apa pun. Hasilnya, saat ini Nabire terasa aman dan tenang,” tambahnya.
Jika nanti terjadi pergantian, Fabianus menegaskan harapannya agar petugas pengganti memiliki pendekatan yang sama, mampu bekerja sama dengan lembaga adat, dan hadir di tengah masyarakat. Sebagai pemangku kepentingan adat, ia siap terus mendukung tugas kepolisian selama pendekatan yang dibangun selaras dengan kepentingan bersama.
“Saya tidak menentang aturan lembaga. Hanya berharap siapa pun yang bertugas nanti, cara kerjanya sejalan dengan apa yang sudah dilakukan selama ini. Kalau tidak ada keselarasan, maka hubungan antara lembaga kepolisian dan para kepala suku bisa terganggu,” pungkasnya. [*]















