“Forum Musisi Kabupaten Mimika (FOMICA) mendorong pengembangan musik dan budaya lokal dengan membuka ruang bagi musisi Amungme dan Kamoro. Pemerintah dan pihak swasta diharapkan terus mendukung pembinaan serta regenerasi musisi lokal”
Nabire, Kalawaibumiofi | Forum Musisi Kabupaten Mimika (FOMICA) mendorong pengembangan musik dan budaya lokal dengan memberikan ruang bagi anak muda asli Papua, khususnya dari suku Amungme dan Kamoro, untuk mengembangkan bakat dan kreativitas mereka.
Ketua FOMICA, Arnold Beanal, mengatakan forum tersebut dibentuk pada 14 Februari 2020 untuk mewadahi potensi bermusik anak-anak lokal Mimika yang dinilainya belum mendapatkan dukungan dan kesempatan tampil secara memadai.
“Komunitas ini lahir karena kami melihat anak-anak lokal dari suku Amungme dan Kamoro memiliki bakat bermusik. Namun, selama bertahun-tahun, mereka belum mendapatkan dukungan yang memadai dari pemerintah maupun pihak swasta,” kata Arnold seusai band yang dipimpinnya tampil dalam Festival Reggae Band di kawasan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, musik merupakan salah satu ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkenalkan identitas budaya masyarakat Mimika. Karena itu, musisi lokal membutuhkan kesempatan untuk tampil dalam berbagai kegiatan seni dan budaya.
Pembentukan saat foto bersama perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Mimika, usai tampil di Papua Festival Reggae XI di kawasan Bandara Lama Nabire, Papua Tengah. Sabtu (17/10/2026), – Kalawai/Istimewa. juga dilatarbelakangi keinginannya untuk mendorong perkembangan seni yang tumbuh dari masyarakat setempat. Ia menilai anak-anak Amungme dan Kamoro memiliki semangat dan potensi bermusik yang perlu mendapat dukungan berkelanjutan.
“Saya membentuk komunitas ini karena ingin mengembangkan budaya yang benar-benar berasal dari tempat itu sendiri. Saya melihat teman-teman dari berbagai komunitas Nusantara sudah bergerak di mana-mana, sementara anak-anak Amungme dan Kamoro juga memiliki semangat dan kesiapan yang besar dalam bermusik,” tuturnya.
Arnold menambahkan, FOMICA telah menyiapkan peralatan musik untuk mendukung kegiatan para anggotanya. Ia berharap fasilitas tersebut dapat membantu proses pembinaan dan mendorong lahirnya generasi musisi lokal yang mampu berkarya secara berkelanjutan.
Dikesempatan itu, Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata yang telah memberikan kesempatan kepada komunitasnya untuk terlibat dalam kegiatan seni dan musik.
Secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Mimika, Elisabeth Senewatmeh, beserta jajaran yang dinilainya telah mendukung kegiatan FOMICA.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pariwisata, khususnya Ibu Elisabeth Senewatmeh, kepala bidang, dan seluruh staf yang sudah mendukung kami sampai saat ini,” katanya.
Meski demikian, Arnold berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada kegiatan tertentu. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, komunitas musisi, dan pihak swasta perlu diperkuat agar pengembangan musik serta budaya lokal dapat berlangsung secara berkesinambungan.
“Harapan kami, ke depan jangan putus sampai di sini. Mari kita melangkah lebih baik lagi dan terus bekerja sama untuk mengembangkan tradisi, budaya, dan seni yang benar-benar tumbuh dari daerah kita sendiri,” ujarnya.
Arnold berharap FOMICA dapat terus menjadi wadah bagi musisi lokal untuk mengembangkan kemampuan, memperkuat regenerasi, dan memperluas kesempatan tampil bagi anak-anak Amungme dan Kamoro.
Lanjutnya, pengembangan musik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan seni serta budaya masyarakat Mimika kepada generasi berikutnya.
“Harapan kami agar dukungan terus mengalir agar kami terus membimbing anak muda Kamoro dan Amungme dalam pengembangan musik Lokal,” harapnya.[*]













