Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire bersama elemen masyarakat menggelar aksi damai penyampaian aspirasi di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan ini digelar sebagai wujud keprihatinan mendalam sekaligus seruan kemanusiaan menyikapi rangkaian peristiwa kekerasan dan konflik yang belakangan ini terjadi di Kabupaten Dogiyai.
Massa aksi berdatangan membawa spanduk besar bertuliskan “Dogiyai Berdarah”, disertai sejumlah poster berisi tuntutan tegas. Pesan-pesan yang disampaikan menuntut penghentian segala bentuk tindakan kekerasan, penegakan hukum yang berkeadilan, serta jaminan perlindungan sepenuhnya bagi warga sipil di wilayah Dogiyai. Secara umum, aspirasi tersebut menegaskan bahwa masyarakat Dogiyai saat ini sangat membutuhkan keadilan, kepastian hukum, dan pemulihan suasana damai.
Sebelum berkumpul di lokasi utama, peserta aksi diketahui berkumpul di beberapa titik penjemputan di wilayah Kota Nabire. Setelah seluruh massa berkumpul dan berkoordinasi, rombongan kemudian bergerak menuju Kantor DPR Papua Tengah. Sepanjang perjalanan, keamanan dan ketertiban dikawal ketat namun humanis oleh aparat kepolisian dan TNI guna memastikan pergerakan berjalan lancar, aman, dan tidak mengganggu aktivitas warga lain.
Sesampainya di lokasi tujuan, para peserta melakukan orasi secara bergantian. Dalam pidatonya, massa menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah maupun lembaga legislatif terhadap kondisi kemanusiaan yang memburuk di Dogiyai. Mereka menilai, masyarakat di sana saat ini kehilangan rasa aman dan sangat membutuhkan kehadiran negara untuk menjamin kepastian hukum atas berbagai peristiwa yang menimpa mereka.
Koordinator aksi menyatakan, kehadiran para mahasiswa dan pemuda dalam kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian sosial terhadap daerah asal. Aspirasi yang dibawa merupakan suara hati masyarakat yang berharap persoalan diselesaikan melalui jalan damai dan bermartabat.
“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi rakyat Dogiyai. Kami berharap pemerintah dan DPRP Papua Tengah dapat benar-benar mendengar suara masyarakat, serta memperjuangkan keadilan bagi para korban dan keluarga yang terdampak konflik,” tegas koordinator aksi di hadapan massa.
Selanjutnya, perwakilan pimpinan dan anggota DPRP Papua Tengah menerima perwakilan massa untuk mendengarkan isi tuntutan secara langsung. Pihak dewan menyatakan siap menampung seluruh aspirasi yang disampaikan dan berjanji akan menindaklanjutinya melalui mekanisme hukum dan kewenangan yang berlaku, baik di tingkat provinsi maupun dengan berkoordinasi kepada pemerintah pusat.
Di akhir pertemuan, pihak DPRP juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang, menjaga stabilitas keamanan, dan terus mengedepankan cara-cara damai serta dialog dalam menyampaikan setiap kepentingan bersama.
Secara keseluruhan, aksi damai ini berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Aparat keamanan tetap bersiaga di sekitar kawasan kantor dewan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan terhadap pelayanan publik maupun kenyamanan warga di sekitar lokasi. [*]


















