Nabire, Kalawaibumiofi.com | Tokoh Pemuda Flobamora Papua Tengah, Gerson Laleb, mengajak masyarakat, khususnya warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Papua, untuk tetap tenang dan menjaga persatuan dalam menyikapi insiden penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Gerson menyampaikan rasa duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat agat tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Saya ingin menyampaikan rasa turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas jatuhnya korban jiwa dalam tragedi kemanusiaan tersebut. Duka mereka adalah duka kita semua, duka bagi seluruh rumpun persaudaraan Flobamora dan masyarakat sipil di Tanah Papua,” ujar Gerson dalam keterangan tertulisnya diterima Kalawaibumiofi.com, Minggu (13/9/2026).
Ia mengatakan, masyarakat perlu menjaga situasi tetap kondusif dan tidak mengambil tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Menurutnya, insiden tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk merusak hubungan persaudaraan yang telah terjalin antara masyarakat NTT dan berbagai kelompok masyarakat di Papua.
“Sebagai Tokoh Pemuda Flobamora, saya mengajak kita semua untuk tetap bersatu dan bergandengan tangan. Jangan hanya karena ajakan atau provokasi dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, hubungan persaudaraan yang sudah terjalin erat selama ini menjadi terpecah belah,” katanya.
Insiden penembakan tersebut terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, pada Rabu (9/9/2026). Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban ketika rombongan mereka dalam perjalanan kembali menuju Wamena setelah menjalankan tugas kedinasan.
Ketiga pegawai tersebut sebelumnya menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan bantuan kepada masyarakat serta meninjau kegiatan cetak sawah. Dalam perjalanan pulang, rombongan tersebut dilaporkan diduga dihadang kelompok bersenjata.
Ketiga korban kemudian dievakuasi. Dua korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan satu korban sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wamena sebelum akhirnya meninggal dunia.
Sejumlah laporan media menyebutkan dua korban berasal dari NTT, yakni Alfonsius Albinus Mehan dari Maumere dan Wili Mbuik dari Kupang. Sementara korban lainnya, Aprida Rapi, disebut berasal dari Toraja.
Gerson mengatakan, masyarakat perlu menghormati proses hukum dan memberikan ruang kepada aparat keamanan untuk mengungkap kasus tersebut. Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan tindakan balasan yang dapat menimbulkan persoalan baru.
“Stabilitas keamanan di Wamena merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan. Percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Menurut Gerson, masyarakat NTT yang hidup dan bekerja di Papua telah membangun hubungan sosial dengan berbagai kelompok masyarakat. Hubungan tersebut, kata dia, harus dipelihara melalui sikap saling menghormati, toleransi, dan hidup berdampingan.
Ia juga meminta masyarakat berhati-hati dalam menerima maupun menyebarkan informasi mengenai insiden tersebut. Informasi yang tidak jelas sumber dan kebenarannya, menurut dia, berpotensi memperbesar keresahan serta memicu ketegangan di tengah masyarakat.
“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum membagikan. Jangan sampai informasi yang belum tentu benar justru memicu konflik dan merusak hubungan persaudaraan yang selama ini kita bangun,” katanya.
Gerson berharap proses penyelidikan terhadap kasus tersebut dapat berjalan secara profesional dan transparan sehingga pelaku serta motif penyerangan dapat diungkap berdasarkan fakta dan bukti.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk masyarakat Flobamora di Papua, untuk tetap mengedepankan dialog dan tidak terjebak dalam narasi yang dapat memecah belah persaudaraan.
“Mari kita tunjukkan kematangan kita dalam berwarga negara. Utamakan dialog, jaga toleransi, dan jangan memberikan ruang kepada pihak mana pun yang ingin memecah belah kedamaian di tanah ini,” pungkasnya. [*]













