Nabire, Kalawaibumiofi.com | Subernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Anggota Komisi II DPR RI, Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan rombongan dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak pada Sabtu, (26/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kerja Gubernur Papua Tengah setelah sebelumnya bersama Forkopimda Provinsi Papua Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Intan Jaya.
Kedatangan Gubernur ke Puncak membawa sejumlah agenda pembangunan, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan dan kesehatan. Selain itu, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi pemerintah provinsi untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat serta memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Puncak.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus berupaya membangun sinergi bersama pemerintah kabupaten dan masyarakat untuk mendorong kemajuan Papua Tengah serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Emanuel dalam siaran persnya, Kamis (24/9/2026).
Di Ilaga, ibu kota Kabupaten Puncak, Gubernur bersama rombongan dijadwalkan melakukan sejumlah kegiatan. Agenda tersebut antara lain peletakan batu pertama pembangunan sekolah berpola asrama.
Selain itu, Gubernur dijadwalkan menyerahkan bantuan di bidang kesehatan untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), berupa Dana KO SEHAT dan bantuan alat kesehatan bagi RSUD serta puskesmas.
Dalam bidang pendidikan, rombongan juga akan menyerahkan laptop kepada siswa dan siswi yang berpartisipasi dalam kegiatan Festival Budaya Pelajar Papua Tengah Tahun 2026.
Setelah agenda di Ilaga, Gubernur bersama Anggota Komisi II DPR RI dan Forkopimda Provinsi Papua Tengah dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Distrik Dervos.
Di Dervos, Gubernur akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang melayani dua distrik, yakni Distrik Dervos dan Distrik Doufo. Masing-masing PLTS memiliki kapasitas 30 kilowatt peak (kWp).
Untuk Distrik Dervos, listrik dari PLTS tersebut akan dialirkan ke 110 rumah warga. Selain rumah warga, jaringan listrik juga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan Gereja, Kantor Distrik, sekolah dan puskesmas.
Sementara di Distrik Doufo, listrik akan dialirkan kepada 70 rumah warga, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan, yakni sekolah dan puskesmas.
Setelah peresmian PLTS, Gubernur dan rombongan dijadwalkan melakukan tatap muka serta makan bersama masyarakat melalui kegiatan barapen.
Emanuel mengatakan keterlibatan masyarakat dalam rangkaian kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama rangkaian kunjungan berlangsung.
“Mari kita bersama-sama menjaga kamtibmas dengan penuh rasa tanggung jawab agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan penuh rasa kekeluargaan,” ujarnya.
Lanjutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan penting untuk memastikan berbagai program pembangunan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Papua Tengah.
“Semua ini dilakukan demi mewujudkan dampak nyata yang positif bagi percepatan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah,” pungkas Emanuel. [*]
