Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Huro Drink dari Nabire jadi oleh-oleh PON XX Papua

115
×

Huro Drink dari Nabire jadi oleh-oleh PON XX Papua

Sebarkan artikel ini
Huro Drink Kopi pinang produksi kelompok binaan UPTD KPHL unit 2 Nabire. – Bumiofinavandu.
Example 468x60

Nabire, Bumiofinavandu – Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (UPTD KPHL) Unit 2 Nabire, Dinas Kehutanan Provinsi Papua, sedang mempersiapkan produk unggulannya untuk menjamu tamu di PON XX Papua Oktober mendatang. Produk yang sedang diolah adalah kopi pinang dengan nama dagang “Huro Drink”.

Terdapat dua jenis “Huro Drink” yakni “Kopi pinang” dan “sari pinang jahe” yang keduanya berbahan baku pinang kering. Kopi pinang atau Black Betel Nut dan sari pinang jahe atau minuman instan diproduksi oleh kelompok tani hutan (KTH) Pelangi Papua dari Kampung Kaladiri 1 dan 2.

Example 300x600

“Ada dua kelompok tani binaan kami yang sedang mengolah. Mereka (kelompok Tani dari Kampung Kaladiri 1 dan Kaladiri 2 Distrik Wanggar,” ujar Kepala UPTD KPHL Unit 2 Nabire, Mario Duwiri, Sabtu (10/09/2021).

Menurut Duwiri, setiap daerah sentra produksi sedang didorong untuk menghadirkan komoditi unggulannya dan perlu dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pangan pada pelaksanaan even empat Tahunan itu. Sehingga khusus untuk Kabupaten Nabire, “Huro Drink” merupakan salah satu komoditi ungulan yang disiapkan untuk menjamu tamu PON Papua nanti.

Maka galeri PON XX Papua meminta sebanyak 300 box atau sama dengan 1.200 saset, (satu box ada empat saset), untuk menjamu tamu yang akan datang di even bergenggsi empat tahunan itu.

“Jadi peserta PON bisa membawah atau menikmati oleh-oleh khas Papua produksi Nabire,” tuturnya.

Terpisah, legislator Papua John NR Gobai mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh UPTD KPHL Unit 2 Nabire. Menurut John, Pemerintah baik Pvovinsi hingga Kabupaten dinTanah Papua harus berinovasi untuk mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat.

Apalagi Orang Asli Papua (OAP) sata ini banyak memiliki kemampuan dan keteampilan di berbagai bidang. Hanya saja, tidak didukung oleh pemerintah sehingga bakat itu terpendam. Mengingat bakat OAP selalu didukung dengan SDA yang berlimpah.

“Ini harus didukung oleh semua pihak terutama Pemerintah dalam mengembangkan OAP kedepannya,” pungkas Gobai.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!