![]() |
Ketua PSW Nabire, Barnabas Watofa – Bumiofinavandu.
|
|
Nabire, BumiofiNavandu – Jika Yayasan Persekolahan Kristen atau YPK, merupakan anak kandung dari Gereja Kristen Injili Tanah Papua (GKITP). Maka anak-anak dari GKI atau kristen harus disekolahkan di sekolah-sekolah YPK.
“Anak-anak Kristen khususnya GKI harus sekolah di YPK kalau dianggap anak kandung dari GKI,” katakan Ketua Persekolahan Kristen (PSW) YPK Nabire. Barnabas Watofa melalui selulernya pada Sabtu (13/03/2021).
Saat ini menurut dia, banyak orang GKI tidak menyekolahkan anaknya di sekolah YPK, baik Pendeta, Majelis, Panatua dan jemaat. Mereka lebih memilih sekolah pemerintah atau yayasan lain. Padahal jika bersekolah di YPK, maka secara tidak langsung ikut membesarkan yayasan dibawah naungan gereja itu sendiri.
“Kita kasih anak-anak belajar di sekolah yayasan laian atau pemerintah. Otomatis mereka bayar SPP di sana dan membesarkan di sana. jadi harus kembalikan ke YPK kalau mau bembesarkan nama GKI,” tutur Watofa.
Ia juga menyayangan sentuhan dana otsus Papua bagi pendidikan di YPK. pasalnya, selama Tahun 2016 hinga kini, pihaknya tidak pernah mendapatkan bantuan pendidikan dari dana itu.
“Juga dana otsus. Sejak 2016 kami tidak pernah dapat,” ucap Watofa.
Terpisah, Wakil Ketua Klasis GKI wilayah Nabire, Pendeta Esau Wospakrik sependapat dan mengapresiasi jika anak GKI harus kembali ke YPK. Akan tetapi, Essau meminta agar perlu dilakukan pembenahan di lingkungan YPK sendiri. dan ada yang pertimbangan yang perlu diperhattikan oleh berbagai pihak, seperti warga jemaat pengurus yayasan termasuk gereja.
Bahwa, kwalitas pendidikan dilingkungan YPK harus benar-benar diperhatikan agar orang atau umat tidak ragu untuk mengirim anaknya ke YPK.
“Ini pekerjaan rumah untuk kita semua. Bahwa kwalitas dan skill tenaga pengajar harus ditingkatkan. Sehingga, ada kepercayaan untuk hal itu. Jika ini dilakukan kwalitas dalan persaingan pendidikan akan bagus dan anak-anak kita akan merebut untuk sekolah di sana,” tambah Wospakrik.(Red)


















