Nabire, Kalawaibumiofi | Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menyerukan langkah tegas untuk mengatasi akar masalah dan memutus mata rantai kekerasan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, demi mewujudkan situasi yang aman serta penegakan hukum yang adil.
Dalam pernyataannya, John Gobai menyoroti maraknya aktivitas ilegal yang menjadi sumber permasalahan, mulai dari perjudian jenis permainan rolex, dadu, hingga agen penjualan togel yang sering beroperasi di dekat pasar dan tempat keramaian umum.
“Tempat-tempat ini menjadi magnet yang menarik warga dari berbagai kampung untuk datang ke ibu kota kabupaten, bahkan bermalam berhari-hari, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Akibatnya, mereka melupakan pengelolaan lahan pertanian yang seharusnya menjadi sumber pendapatan utama keluarga,” ujar John Gobai melalui pesan selulernya, Kamis (02/04/2026).
Lokasi keramaian tersebut juga sering diwarnai oleh konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Menurutnya, miras menjadi pemicu yang memicu emosi, sehingga masalah sepele bisa berubah menjadi konflik berkepanjangan, apalagi jika disertai dendam masa lalu.
“Miras ibarat bensin yang menyulut api kemarahan. Hal ini juga yang memicu aksi pemalangan jalan, hingga berujung pada tindakan kekerasan baik antarwarga maupun melibatkan aparat keamanan,” tutur Gobai.
John juga menyoroti fenomena warga yang rela bolak-balik bahkan tinggal lama di tiga wilayah, yakni Enarotali, Waikeitei dan Moanemani, hanya untuk mencari keuntungan instan dari perjudian, sehingga tidak produktif secara ekonomi.
Dugaan Siklus KEKERASAN dan CIPTA KONDISI
Terkait insiden kekerasan terbaru yang merenggut nyawa anggota Polres Dogiyai berinisial JE (asal Kabupaten Deiyai), John menekankan pentingnya pengusutan motif dan pelaku secara tuntas.
Dia mengungkapkan, perlu analisis mendalam apakah kejadian ini merupakan upaya cipta kondisi atau adu domba antar sesama orang Mee, untuk memicu kembali siklus kekerasan pasca kesepakatan damai antara masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda).
“Tidak menutup kemungkinan hal ini berkaitan dengan pelarangan aktivitas ilegal yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan oknum tertentu, baik dari kalangan masyarakat maupun pihak lainnya,” ungkapnya.
John menilai, diduga ada kelompok kepentingan yang secara sistematis menciptakan dan memelihara kondisi tidak aman yang sewaktu-waktu bisa memicu konflik. Oleh karena itu, diperlukan kerja intelijen yang maksimal untuk mengidentifikasi pihak-pihak di baliknya, serta upaya merangkul semua kelompok untuk bersatu mewujudkan perdamaian.
“Polisi harus mampu mengungkap motif dan siapa pelaku penembakan maupun pembunuhan terhadap anggota Polri, serta kasus kekerasan yang menimpa warga sipil. Pemda dan kelompok masyarakat sipil juga perlu terlibat mengungkap duduk perkara sebenarnya,” tegasnya.
Solusi Jangka Panjang
Untuk mencegah kekerasan terulang, John Gobai mengusulkan sejumlah langkah konkret :
– Menutup seluruh sarang perjudian dan tempat aktivitas ilegal secara tegas.
– Melakukan pengendalian arus kedatangan warga ke ibu kota kabupaten.
– Membuka lapangan kerja di kampung melalui program swakelola, padat karya, serta mendukung usaha ekonomi anak muda.
– Merekrut pemuda lulusan SMP dan SMA untuk menjadi Polisi Khusus Orang Asli Papua (OAP) maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) agar turut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya masing-masing.
Di akhir pernyataannya, John NR Gobai menyampaikan harapan di momen perayaan Paskah.
“Semoga Paskah membawa kita pada rekonsiliasi yang baik dengan Tuhan dan sesama manusia. Namun, rekonsiliasi tidak berarti menghilangkan keadilan, penegakan hukum tetap harus ditegakkan bagi semua oknum pelaku kekerasan, penembakan, dan pembunuhan di Dogiyai,” pungkasnya. [*]

















