![]() |
| Kadisdik Nabire, Yulianus Pasang saat sidak disalah satu sekolah dalam mengontrol penerapan prokes – Bumiofinavandu/Ist. |
Nabire, Bumiofinavandu.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang menegaskan kepada seluruh kepala-kepala sekolah dari jenjang SD dan SMP, terutama sekolah yang berada di daerah SM3T (Tertinggal, Terluar dan Terpencil untuk mengawasi dan memberikan absensi ketat bagi guru-guru kontrak.
Ketegasan ini berdasarkan laporan warga bahwa terdapat guru kontrak jarang berada di tempat untuk melaksanakan tugas.
“Jadi, saya minta kepseknya orangnya di absen. Sebab kehadiran mereka ini di daerah SM3T ditugaskan pemerintah untuk mengatasi kekurangan guru,” tegas Pasang di Nabire. Selasa (26/1/2021).
Menurutnya, sedikitnya 100 terdapat guru kontrak ditugaskan pemerintah daerah untuk melayani daerah di pingiran semenjak beberapa tahun terakhir. Daerah-daerah tersebut seperti di Distrik Napan, Distrik Mora, Distrik Yaur dan sebagainya.
Sehingga, bila bermalas-malasan, dan jarang ditempat tugas, maka dicopot dan digantikan guru kontrak baru.
“Saya minta kepseknya untuk absen dan awasi guru kontrak, kalau mereeka sering malas, harus dicopot saja dang anti guru baru,” tuturnya.
Untuk itu, Dia meminta kepada para kepala sekolah di daerah SM3T untuk terus memberikan laporan kepada dinas, melalui absensi dan tidak asal memberikan ijin kepada guru kontrak meninggalkan tempat tugas.
“Sekali lagi saya minta kepseknya awasi ketat, kasih absen tiap hari dan jangan izinkan dia tinggalkan tempat tugas tanpa asalaan pasti,” ujar Kadis Pasang.
Ketua Fraksi Nabire bertatu Rohedi M Cahya meminta kepada para guru diwilayah Kabupaten Nabire untuk memberikan pengabdian yang tulus kepada masyarakat melalui abdinya di sekolah-sekolah.
Menurutnya, setiap orang memiliki keperluan dan kesibukan yang menghendaki meninggalkan tempat tugas.
“Pengabdian itu kita harus berikan dengan tulus, kalau setengah dan asal-asalan, mendingan jangan. Untuk guru di daerah SMT3, pakai naluri, rasa untuk melayani, kasihan kalau anak dibiarkan tidak belajar,” ungkap Rohedi.(Red)

















