![]() |
| Kadisdik Nabire, Yulianus Pasang (berdiri, menggunakan jas biru), ketika melakukan sidak di SMP N 3 Nabire beberapa waktu lalu – Bumiofinavandu. |
Nabire, BumiofiNavandu – Kelusan siswa-siswi, baik dari jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau SMK. diharapkan benar-benar ditentukan dari nilai hasil ujian Sekolah (US) yang akan ditambahkan dengan nilai raport serta nilai karakter siswa.
Dihapuskannya UN bukan berarti akan menguragi mutu pendidikan.
“Supaya tidak ada lagi anak yang lulus dan dianggap hadiah virus corona. Kalau memang nilainya bagus, itu yang lulus, jangan diluluskan sekalipun ada Ujian Nasional (UN),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nabire, Yulianus Pasang melalui telephon selulernya pada Kamis (11/3/2021).
Menurutnya, sesuai dengan surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam masa Darurat Penyebaran Covid-19. Maka Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2020/2021 ditiadakan.
Sehingga sebagai penggantinya akan dilaksanakan ujian sekolah atau US. Maka, soalnya akan di susun oleh musyawarah guru bidang studi tingkat Kabupaten.
“Dan untuk US bagi SMA/SMA, akan dilaksanakan pada 15-22 Maret 2021,” tutur Pasang.
Sedangkan untuk SMP dan SD akan dilaksanakan rapat yang mengacu pada surat edaran Mendikbud.
Tetapi soalnya kemungkinan besar semuanya sama untuk satu Kabupaten dan tetap pelaksanaannya di sekolah.
“dan sekali lagi soalnya akan dibuat oleh guru bidan study tingkat Kabupaten dan jadwalnya akan serentak,” ungkapnya.
Sementara untuk menentukan nilai kelulusan atau nilai ijasah, Pesang menjelaskan bahwa akan diambil dari nilai semester sejak awal hingga semester akhir akhir. Misalnya untuk untuk SMP nilai semerter I hingga semester enam.
Kemudian akan ditambahkan dengan nilai us dan dibagi dua untuk mendapatkan nilai kelulusan.
“Selain itu, ada juga nilai yang diambil dari nilai karakter, sikap atau perilaku minimal baik dan beberapa penilaian lainnya,” jelasnya.
Ia berharap kepada dinas pendidikan, Kepala sekolah maupun guru bidang study yang nantinya akan mengerjakan soal US agar menjadikan ujian dengan penuh wibawa dan bertanggungjawab.
“Artinya, kita semua harus sebaik mungkin dan mempersiapkan dengan matang, agar anak yang lulus ndanti adalah murni dan tidak disangkakan lulus karena hadiah dari covid-19,” harap Yulianus Pasang.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 2 Nabire, Yanuarius Wakei, mengatakan US di sekolahnya dijadwalkan pelaksanaannya mulai Senin (15/3/2021) pekan depan.
Sedikitnya, sebanyak lima kelas dengan jumlah 126 siswa dari kelas XII di SMKN 2 Nabire akan mengikuti US.
“Pelaksanaan ujian sekolah selama satu pekan, mulai Senin, 15 Maret 2021, sampai Sabtu, 20 Maret 2021. Materi pelajarannya satu hari satu pelajaran, dikerjakan selama dua jam, dari pukul 8.00-10.00 waktu Papua,” Wakei.(Red)


















