Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Irjen Pol Jermias Rontini, mengungkap penanganan terhadap ratusan kasus kejahatan jalanan yang meliputi pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang dikenal sebagai kasus 3C. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers di Mapolda Papua Tengah, Jalan Pepera, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Senin (1/6).
Kapolda menyatakan, sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, pihaknya bersama seluruh jajaran kepolisian di wilayah telah berupaya maksimal menekan angka kriminalitas. Ia menegaskan bahwa keamanan merupakan syarat utama bagi berjalannya roda pembangunan.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat adalah fondasi penting untuk stabilitas sosial, ekonomi, pendidikan, serta pembangunan daerah. Oleh karena itu, Polda Papua Tengah berkomitmen terus memberikan rasa aman melalui langkah pencegahan maupun penegakan hukum yang profesional, tegas, dan berkeadilan,” ujarnya.
Berdasarkan rekapitulasi data dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Papua Tengah, tercatat sebanyak 307 laporan polisi terkait kasus 3C selama lima bulan pertama tahun ini. Rinciannya meliputi 156 kasus curas atau begal, 31 kasus curat, dan 120 kasus curanmor.
Dari jumlah kasus tersebut, kepolisian telah berhasil mengamankan sejumlah tersangka. Untuk kasus curas, polisi menangkap 17 orang, di mana tiga perkara di antaranya telah dinyatakan lengkap berkasnya atau tahap P21, sedangkan sisanya masih dalam proses penyelidikan. Pada kasus curat, berhasil diamankan 11 tersangka dan sebagian berkas perkara telah dilimpahkan ke kejaksaan. Sementara untuk kasus curanmor, polisi mengamankan 11 tersangka dan berhasil menemukan kembali sejumlah kendaraan hasil kejahatan.
Pada kesempatan itu, Kapolda secara simbolis menyerahkan kembali enam unit sepeda motor kepada pemilik sahnya setelah melalui proses verifikasi dokumen dan identifikasi. Kendaraan yang dikembalikan tersebut adalah:
- Honda Beat Street warna hitam milik Muhammad Rizky Ali
- Honda Beat Street warna hitam milik pemilik sah
- Yamaha Mio 125 warna merah milik Eira
- Honda Beat warna merah-hitam milik Pemerintah Kabupaten Nabire, diwakili Jildi
- Honda Beat warna hitam milik Friska
- Honda Beat warna biru milik Arianti
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat langkah pencegahan dan penindakan. Upaya yang dilakukan meliputi peningkatan intensitas patroli di titik rawan kejahatan, peningkatan kualitas penyelidikan, kerja sama erat dengan tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Ia juga mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan setiap kejadian kriminal yang dialami atau disaksikan. “Tanpa laporan dari masyarakat, kami tidak dapat mengambil tindakan. Segera laporkan agar kami dapat melacak dan menemukan barang bukti maupun pelaku,” tegasnya.
Bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga kedamaian. Mengangkat tema tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”, ia menilai momen tersebut sebagai pengingat pentingnya persatuan demi kemajuan Papua Tengah.
Terkait kasus begal yang tewas akibat perlawanan korban beberapa waktu lalu, Kapolda menilai hal itu mencerminkan tingkat kekesalan masyarakat terhadap kejahatan jalanan. Ia kembali menekankan bahwa keberhasilan menciptakan keamanan tidak dapat diandalkan pada satu pihak saja.
“Hal ini menunjukkan masyarakat sudah jenuh dengan aksi begal. Polisi tidak dapat bekerja sendiri. Mari kita bergandengan tangan dan berkolaborasi agar situasi keamanan di Papua Tengah, khususnya Nabire, tetap kondusif,” pungkasnya. [*]


















