Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum dan Kriminal

Kapolda: Situasi Kamtibmas di Dogiyai Masih Dalam Keadaan Aman Terkendali

2
×

Kapolda: Situasi Kamtibmas di Dogiyai Masih Dalam Keadaan Aman Terkendali

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Insiden penganiayaan berat yang mengakibatkan seorang personel Polres Dogiyai berinisial JE meninggal dunia, ditemukan di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah. Hal ini dibenarkan oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, pada Selasa (0104/2020).

Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, 31 Maret 2026, pukul 10.40 WIT.

Example 300x600

“Benar, kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 31 Maret 2026 pukul 10.40 WIT. Korban berinisial JE (24) ditemukan di Pertigaan Gereja Kingmi Ebenhaezer, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Diduga pelaku masih orang tak dikenal (OTK) dan kejadian ini mengakibatkan korban meninggal dunia,” tuturnya.

Korban JE ditemukan dengan luka bacok pada bagian leher hingga belakang kepala, serta luka bacok pada jari kelingking dan jari manis tangan kanan yang mengakibatkan kedua jari tersebut putus.

Kronologinya, sekitar pukul 11.40 WIT, salah satu saksi bernama LR (44) bersama personel Polres Dogiyai sedang melaksanakan patroli di area kompleks Ikebo. Tiba-tiba, mereka melihat masyarakat berlarian di sekitar pertigaan Puskesmas, sehingga personel segera bergerak menuju lokasi.

“Saat personel tiba di pertigaan Puskesmas, warga yang berlarian menyampaikan bahwa aksi tersebut diduga dilakukan oleh sesama masyarakat setempat. Namun, salah seorang warga juga menginformasikan adanya seseorang yang tergeletak di parit depan Gereja Ebenhaezer, sehingga personel segera menuju lokasi tersebut untuk melakukan pengecekan,” ungkap Kapolda.

Setibanya di TKP, personel mendapati korban (JE) telah tergeletak bersimbah darah dan dinyatakan meninggal dunia dengan luka akibat benda tajam.

“JE langsung dibawa ke RSUD Pratama Dogiyai oleh personel saat tiba di TKP,” tambahnya.

Berselang waktu, sekitar pukul 12.10 WIT, saat personel Polres Dogiyai yang dipimpin Kasat Samapta Ipda Roland Masoka melakukan patroli di Jalan Trans Nabire-Enaro, Kampung Ikamenida, sekelompok masyarakat diduga melakukan provokasi dengan melemparkan anak panah ke arah anggota.

“Ada anggota kami juga yang terkena tembakan senjata PCP pada bagian bahu kiri berinisial Bripda AR (23), pada saat melaksanakan patroli di lokasi tersebut,” pungkasnya.

Kejadian terus berlanjut pada malam hari, di mana sekelompok masyarakat kembali melakukan penyerangan terhadap personel dan menembaki Mako Polres Dogiyai menggunakan panah dan batu.

“Itu kejadiannya sekitar pukul 18.30 WIT, dan salah satu anggota terkena busur panah di bahu belakang sebelah kanan berinisial AY (22),” tambahnya.

“Untuk korban masyarakat sipil, belum dapat dikonfirmasi karena belum ada laporan atau informasi dari masyarakat kepada kami pihak Kepolisian.

Sementara situasi di wilayah Kabupaten Dogiyai dalam keadaan aman dan terkendali. Untuk itu, disampaikan kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu yang berkembang saat ini, percayakan penanganan kepada kami aparat keamanan TNI dan Polri,” tegas Kapolda. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!