Intan Jaya, Kalawaibumiofi.com | Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia merilis laporan awal yang memprihatinkan terkait insiden penembakan yang menewaskan dua warga sipil di sekitar Pangkalan Mbamogo, Distrik Agisiga, Kabupaten Intan Jaya. Kejadian diduga melibatkan aparat TNI tanpa adanya kontak tembak dengan pihak TPNPB‑OPM.
Perwakilan Mahasiswa Intan Jaya, Yance Pogou mengisahkan, berdasarkan informasi yang diterima Rabu (30/6/2026) pukul 09.28 WIT, peristiwa terjadi Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIT. Dua korban, Ev. Elianus Agimbau — Hamba Tuhan/Gembala Gereja Kupia — dan Arnold Agimbau, sedang berangkat dari Kampung Unabundoga menuju ibu kota kabupaten Sugapa untuk mengurus pencairan Dana Kampung.
Perjalanan melewati Kampung Tausiga hingga sampai di kawasan Mbamogo, saat itulah terjadi penembakan yang diduga dilakukan aparat TNI; laporan juga menyebutkan dugaan penggunaan pesawat tanpa awak dan granat dalam operasi tersebut. Kedua korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sampai saat ini, akses ke sekitar tempat kejadian masih dibatasi ketat oleh pihak TNI, sehingga tim belum dapat turun langsung melakukan penelusuran dan verifikasi lebih mendalam. Laporan ini masih bersifat awal; rincian lengkap baru akan disampaikan setelah data terverifikasi tersedia,” kata Yance kepada Kalawai Rabu (1/7/2026).
Menyikapi hal ini, Mahasiswa Intan Jaya Se‑Indonesia menyampaikan tuntutan tegas:
- Pemerintah Kabupaten Intan Jaya segera membuka akses seluas‑luasnya serta menggelar audiensi guna memungkinkan investigasi independen di TKP.
- Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera turun ke lokasi, memantau situasi, dan melakukan penyelidikan langsung demi mengusut tuntas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap warga sipil. [*]

















