![]() |
Anto Amirullah saat mengantarkan pesanan untuk pelanggannya – Bumiofinavandu.
Nabire, Bumiofinavandu – Jasa Titipan (Jastip) ceria yang sudah merambah di Kota Nabire sejak hampi setahun ini terus tumbuh walaupun di masa pandemi. Bahkan saat ini, dikabarkan bukan hanya satu jastip yang beroperasi akan tetapi sudah muncul pula beberapa jasa titipan serupa.
Seorang ibu RT, Sri Lestari (30 Tahun) mengaku dapat memanfaatkan jasa ini dengan mengontak operator melalui aplikasi pesan seluler (WhatsApp).
“Kami terbantu dengan jastip (jasa titipan). Pesanannya cepat dan diterima di tempat dengan biaya yang relatif terjangkau,” kata ibu dua anak ini di Nabire. Kamis (15/10/2020).
Warga Kelurahan Morgo ini mengakuh, sejak munculnya jastip cerita milik satu kerabatnya itu sangat membantu keluarganya untuk memesan jenis malakan yang disukainya. Sebab jika dalam sitasi sibuk dan perut keroncongan ditambah belum sempat masak, jastip cerialah solusinya.
Apalagi di saat pandemi sejak bulan maret silam, otomatis jarang keluar rumah dan tinggal memesan melalui aplikasi seluler (whatsapp).
“Untungnya ada jastip ceria, bisa pesan tanpa keluar keluar rumah. belum lagi covid, mau keluar rumah harus liat situasi dulu,” ungkap Sri.
Pemkilik usaha Jastip Ceria Yuni Irani mengaku, usahanya masih tetap dijalankan seiring maraknya usaha serupa. Namun peminat jasa ini terus meningkat ditengah pandemi Covid-19.
“Kami masih jalan jastip walaupun pandemi dan munculnya jastip serupa,” ujar Irani.
Sampai saat ini kata dia, walaupun sempat kurang peminat selama dua bulan yakni bulan maret dan april silam. akan tetapi hingga saat Jastip Ceria sudah memiliki sedikitnya 22 orang kurir. Para kurir tentunya ada yang mempunyai pekerjaan tetap dan jastip adalah sampingannya, namun ada juga yang hanya fokus sebagai kurir.
Cara kerjanyapun tidak bersamaan, namun tergantung pesanan. Jika ada kurir yang tidak sibuk maka pesanan lewat whatsapp langsung di layani.
“Ini ada yang hanya fokus di jastip, tapi ada juga yang hanya sebagai sampingan. Jujur saja ada karyawan bank di sini. Jadi kalau ada pesanan dan ada yang tidak sibuk maka langsung melayani pesanan dan diantar sampai ke rumah. memang dua bulan sangat sepih tapi sekarang sudah lumayan,” kata Yuni.
Yuni menjelaskan, ongkos jastip bisa dijangkau karena tidak terlalu mahal. Pelayanan beroperasi dari pukul 07.00- pukul 20.00 dengan melayani jasa antar pesanan makanan atau minuman yang dipesankan oleh langganan.
Jastip akan menetapkan tarif sebesar Rp 5 hingga 8 ribu untuk satu kali antaran. Misalkan, seseorang memesan satu bungkus nasi goreng seharga Rp 20 ribu. Maka setelah sampai di tujuan, pemesan harus mengembalikan uang sebesar Rp 25 ribu (20 ongkos nasi dan 5 ribu ungkos kurir).
Sehingga, Iriani mengaku pendapatannya sebagai admin kurang lebih Rp 500 ribu perharinya yang diperoleh dari bagi hasil sebesar 20% untuk admin dan 80 % untuk kurirnya.
“Jadi kami akan bagi hasil. Setelah ditotal semua maka admin dapat 20% dan kurir 80%.memang waktu dua bulan (maret april) menurun. Tapi ini sudah mulai membaik,” jelasnya.
Anto Amirullah, seorang kurir mengaku bahwa jastip merupakan pekerjaan utamanya semenjak muncul layanan ini di Nabire.
Menurut mantan karyawan simpan pinjam ini, jastip menjanjikan lantaran bisa mendapatkan keuntungan bersih Rp 100 ribu rupiah per harinya. Sementara keahlian lain seperti mengedit foto dan video dijadikannya sampingan.
“Saya sejak keluar dari simpan pinjam, hanya fokus di jastip, karena jelas hasilnya. Kan kalau bersih Rp 100 per hari lumayan sebulannya. Kerjanya juga santai saja, jadi saya bisa edit foto dan video tapi itu sampingan saya,” kata kurir 25 tahun ini.(Red)

















