Nabire, Kalawaibumiofi | Sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat sejumlah tokoh yang memiliki perjalanan hidup dan latar belakang keagamaan berbeda. Tiga nama yang menarik perhatian dalam pembahasan mengenai Kapolri beragama Kristen Protestan adalah Jenderal Polisi (Purn.) Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal Polisi (Purn.) Widodo Budidarmo, dan Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo.
Namun, ketiganya memiliki riwayat yang berbeda. Soetjipto Danoekoesoemo diketahui berpindah agama dari Islam ke Kristen Protestan setelah tidak lagi menjabat sebagai pimpinan Polri. Sementara itu, Widodo Budidarmo dikenal sebagai Kapolri pertama yang beragama Kristen Protestan. Listyo Sigit Prabowo juga tercatat sebagai Kapolri beragama Kristen Protestan ketika memimpin institusi kepolisian.
Perbedaan waktu dan perjalanan keyakinan tersebut penting dijelaskan agar informasi sejarah tidak menimbulkan kesalahpahaman.

1. Soetjipto Danoekoesoemo, Kapolri Ketiga
Jenderal Polisi Soetjipto Danoekoesoemo lahir di Tulungagung, Jawa Timur, pada 28 Februari 1922. Ia menjabat sebagai Menteri Panglima Angkatan Kepolisian (Menpangak), sebutan bagi pimpinan tertinggi kepolisian pada masa itu, sejak 30 Desember 1963 hingga 8 Mei 1965.
Dalam daftar sejarah kepemimpinan Polri, Soetjipto tercatat sebagai Kapolri ketiga. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan kepolisian, termasuk bertugas di Brigade Mobil.
Setelah tidak lagi memimpin Polri, Soetjipto mendapat penugasan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Bulgaria. Ia kemudian menjalani kehidupan di luar jabatan kepolisian dan pernah terlibat dalam kegiatan politik pada masa awal Orde Baru.
Menurut artikel sejarah Tirto berjudul Kisah Dua Jenderal Kristen Mantan Kapolri, yang merujuk buku Ensiklopedi Kapolri: Jenderal Polisi R. Soetjipto Danoekoesoemo Kapolri ke-3 Periode Tahun 1964 s.d. 1965 terbitan 2007, Soetjipto berpindah agama dari Islam ke Kristen Protestan pada 1 Januari 1981. Ia dibaptis pada 11 Mei 1981.
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa Soetjipto bukan Kapolri yang beragama Kristen Protestan ketika menjabat. Perubahan keyakinannya terjadi bertahun-tahun setelah masa kepemimpinannya berakhir.

2. Widodo Budidarmo, Kapolri Ketujuh
Jenderal Polisi Widodo Budidarmo lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 1 September 1927. Ia memimpin Polri pada 26 Juni 1974 hingga 25 September 1978 dan tercatat sebagai Kapolri ketujuh.
Sebelum menjabat Kapolri, Widodo pernah menduduki sejumlah posisi penting di kepolisian, termasuk Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya.
Widodo dikenal melalui sejumlah catatan mengenai sikapnya terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di lingkungan kepolisian. Dalam artikel sejarah Tirto, salah satu kisah yang disorot adalah keputusannya membiarkan perkara yang melibatkan sejumlah perwira kepolisian diproses secara hukum.
Ketika masih menjabat Kapolda Metro Jaya, ia juga disebut tidak menghalangi proses hukum terhadap anaknya dalam perkara insiden penggunaan pistol dinas yang menewaskan seorang sopir.
Widodo tercatat sebagai Kapolri pertama yang beragama Kristen Protestan. Dengan demikian, kedudukannya berbeda dari Soetjipto, yang baru berpindah agama setelah masa jabatannya berakhir.
Widodo memimpin Polri pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, ketika Indonesia berada di bawah pemerintahan Orde Baru.

3. Listyo Sigit Prabowo, Kapolri ke-25
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo lahir di Ambon, Maluku, pada 5 Mei 1969. Ia menjabat sebagai Kapolri ke-25 setelah dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021.
Sebelum dipercaya memimpin Polri, Listyo Sigit menempati sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, serta Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri. Ia juga pernah bertugas sebagai ajudan Presiden Joko Widodo.
Listyo Sigit dikenal sebagai Kapolri beragama Kristen Protestan yang memimpin institusi kepolisian pada periode 2021–2026. Masa jabatannya berakhir setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Pada tanggal yang sama, Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Pergantian tersebut kemudian ditandai dengan penyerahan Panji-Panji Polri Tribrata kepada Suyudi dalam upacara di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, pada 2 Oktober 2026.
Dengan berakhirnya masa jabatannya, Listyo Sigit kini tercatat sebagai mantan Kapolri.
Catatan
Riwayat Soetjipto Danoekoesoemo, Widodo Budidarmo, dan Listyo Sigit Prabowo memperlihatkan bahwa pembahasan mengenai agama para mantan Kapolri perlu memperhatikan waktu dan konteks sejarah masing-masing tokoh.
Soetjipto berpindah agama setelah masa kepemimpinannya berakhir. Widodo Budidarmo dikenal sebagai Kapolri pertama yang beragama Kristen Protestan, sedangkan Listyo Sigit juga memimpin Polri sebagai pemeluk Kristen Protestan pada masa yang lebih baru.
Karena itu, ketiga nama tersebut dapat dibahas dalam satu artikel sejarah, asalkan tidak disamakan sebagai tiga Kapolri yang semuanya telah beragama Kristen Protestan ketika menjabat. [*]
Sumber:
- Tirto.id, Kisah Dua Jenderal Kristen Mantan Kapolri.
- Situs resmi Polri, Kapolri dari Masa ke Masa.
- ANTARA News, Jabatan Kapolri resmi beralih dari Listyo Sigit ke Suyudi Ario Seto.
- Situs resmi Presiden Republik Indonesia, informasi pelantikan Kapolri pada 1 Oktober 2026.












