Nabire, Kalawaibumiofi.com | Mis Murib dari Investigasi HAM Kabupaten Puncak menyatakan Tanah Papua masih berada dalam satu skenario besar. Ini ia utarakan saat menyampaikan aspirasi dalam aksi pernyataan sikap dan tuntutan kasus Kembru di depan Gedung DPR Provinsi Papua Tengah, Selasa (23/06/2026).
Dalam orasinya, Mis Murib menyoroti kondisi Papua yang menurutnya masih menghadapi berbagai persoalan, terutama terkait isu kemanusiaan dan hak-hak masyarakat.
“Papua itu ada dalam satu skenario besar yang dilakukan oleh negara. Saya perlu sampaikan ini,” ujar Mis Murib dalam orasinya.
Ia membandingkan situasi aksi yang terjadi di Jakarta terkait isu nasional seperti MBG dan kenaikan harga BBM dengan kondisi di Papua yang menurutnya masih banyak persoalan mendasar yang belum mendapat perhatian.
Menurutnya, masyarakat Papua saat ini banyak tersita perhatiannya pada berbagai kegiatan hiburan, termasuk euforia Piala Dunia, sementara persoalan menyangkut kehidupan, keamanan, dan hak masyarakat masih belum banyak dibicarakan.
“Kita tidak tahu skenario tentang Piala Dunia ini siapa yang punya skenario. Tetapi kita orang Papua semua terjebak dalam situasi itu, kita sedang terhegemoni dan terlibat di dalamnya. Sedangkan situasi nyata yang menyangkut nyawa dan hak-hak kita sampai saat ini kita tidak bicara,” katanya.
Mis Murib juga menyinggung situasi keamanan di Kabupaten Intan Jaya yang menurutnya masih menyisakan persoalan, termasuk dugaan kekerasan dan operasi militer yang harus mendapat perhatian serius.
“Bahkan soal nyawa pun, di Intan Jaya kemarin ada pembunuhan, ada operasi militer, ada pengeboman, tetapi tidak ada yang bicara. Pemerintah tidak bicara, mahasiswa juga tidak bicara, masyarakat juga tidak,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta adanya klarifikasi terkait rekomendasi resmi dari Komnas HAM yang sebelumnya telah disampaikan.
Ia menegaskan, apabila tidak ada klarifikasi, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar.
“Kalau tidak, berarti kita akan melakukan aksi besar-besaran di seluruh Indonesia untuk menyatakan bahwa kami tidak percaya terhadap Komnas HAM. Kami akan menyampaikan pernyataan tegas berupa mosi tidak percaya kepada Komnas HAM,” tegas Mis Murib. (*)
