Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Mubes Enam Suku Pesisir Nabire Tekankan Persatuan Demi Masa Depan Daerah

1
×

Mubes Enam Suku Pesisir Nabire Tekankan Persatuan Demi Masa Depan Daerah

Sebarkan artikel ini
Foto bersama saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Enam Suku Masyarakat Adat Pesisir dan Kepulauan Kabupaten Nabire di Pantai Menase, Kamis (30/7/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Enam suku dari pesisir dan kepulauan Nabire menggelar Musyawarah Besar (Mubes) pada Kamis (30/7/2026). Mubes ini penting guna menjaga persatuan, kesatuan, serta penguatan tali persaudaraan antar suku sebagai fondasi membangun masa depan Nabire yang lebih baik.

Enam Suku Pesisir dan Kepulauan Nabire antara lain, Suku Wate, Suku Yerisiam, Suku Yaur (Hugure / Hegure), Suku Umari, Suku Goa (Napan / Gwoa) dan Suku Moora.

Example 300x600
Asisten III Setda Kabupaten Nabire Benny Ayorbaba saat pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) Enam Suku Masyarakat Adat Pesisir dan Kepulauan Kabupaten Nabire di Pantai Menase, Kamis (30/7/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Mubes yang mengusung tema “Semangat persatuan, pelestarian budaya, dan penguatan peran masyarakat adat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah” berlangsung di Pantai Menase, Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire. Dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Benny Ayorbaba, yang mewakili Bupati Nabire.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia, para kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat adat yang telah menyelenggarakan musyawarah tersebut.

Menurut Beny, Mubes bukan hanya menjadi forum untuk memilih kepengurusan dan menyusun program kerja, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menyatukan komitmen membangun masyarakat adat yang maju dan bermartabat.

“Pemerintah Kabupaten Nabire berkomitmen menghormati, melindungi, dan memberdayakan masyarakat hukum adat sebagai mitra strategis dalam pembangunan daerah. Pembangunan harus berjalan selaras dengan pelestarian adat, budaya, kearifan lokal, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat,” ujarnya.

Ia juga mengajak enam suku pesisir untuk menghilangkan perbedaan yang selama ini menjadi penghalang persatuan. Menurutnya, hasil musyawarah diharapkan mampu melahirkan keputusan yang bijaksana, demokratis, serta memperkuat persatuan masyarakat adat. Selain itu, Beny mengingatkan pentingnya menjaga tanah adat yang masih tersisa. Ia menilai, seiring perkembangan dan pemekaran wilayah, kebutuhan lahan untuk pembangunan fasilitas umum semakin meningkat sehingga tanah adat harus dijaga demi kepentingan generasi mendatang.

Otis Monei dalam sambutan saat pembukaan Mubes di Pantai Menase, Kamis (30/7/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Sementara itu, Kepala Suku Besar Wate, Otis Monei, menyebut Mubes sebagai momentum kebangkitan masyarakat pesisir setelah puluhan tahun merasa tertinggal di berbagai bidang.

“Hari ini adalah hari kebangkitan orang pesisir. Hampir 60 tahun Nabire menjadi kabupaten, tetapi masyarakat pesisir masih tertinggal. Kuncinya hanya satu, yaitu saling merendahkan diri dan menghilangkan tembok-tembok pemisah antar suku,” katanya.

Monei, mengajak seluruh masyarakat enam suku untuk bersatu, saling menghargai, serta menjaga Nabire dari berbagai kepentingan yang dapat memecah belah masyarakat adat.

“Hanya dengan persatuan masyarakat pesisir dapat berperan lebih besar dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Ketua Elema Saireri II, Socrates Sayori, menegaskan bahwa enam suku merupakan pemilik hak adat di wilayah pesisir Nabire. Ia berharap Mubes menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat perlindungan hak-hak masyarakat adat sekaligus menjadi pedoman kerjasama dengan pemerintah.

“Mubes ini harus melahirkan keputusan yang menyelamatkan generasi ke depan, memperkuat hak-hak masyarakat adat, serta mempererat kerja sama dengan pemerintah demi kemajuan Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah,” ujarnya.

Mubes Enam Suku Masyarakat Adat Pesisir dan Kepulauan Kabupaten Nabire diharapkan menjadi tonggak memperkuat solidaritas, menjaga kelestarian budaya, serta meningkatkan peran masyarakat adat sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Papua Tengah. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!