Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Pelayan gereja diharapkan tidak terkontaminasi dengan situasi dimanapun dia berada

64
×

Pelayan gereja diharapkan tidak terkontaminasi dengan situasi dimanapun dia berada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
Ketua Panitia DIklat SDM GBI Wilayah Nabire, Pendeta Otis Money – Bumiofinavandu.

Example 300x600
Nabire, BumiofiNavandu – Karakter seorang pelayan gereja atau hamba Tuhan, dituntut untuk tampil dengan menjaga wibawa layaknya pelayan Tuhan. Misalnya, ketika di tempat yang merah tetap putih, di tempat yang hitam tepat putih atau tempat yang kuning tetap putih. Untuk tidak terkontaminasi dengan situasi dimanapun dia berada.
Sehingga, seorang pelayan gereja di lingkungan gereja Bethel Indonesia wilayah Nabire harus menjaga wibawa sebagai seorang hamba Tuhan.
“Karena visi besar gereja Bethel Indonesia adalah menjadi sama seperti kristus. Maka jangan tampil gereja menunjukan rohaninya, tetapi diluar gereja tidak menunjukan rohani,” ujar Pendeta Otis Money, ketua GBI wilayah Nabire, Kamis (11/3/2021).
Menurutnya, GBI wilayah Nabire sedang melaksanakan Diklat SDM bagi 98 orang pekerja atau pejabat gereja wilayah Nabire, selama tiga hari yakni 10-12 maret 2021. Tempat pelaksanaan di jemaat karang mulia. Diklat bertujuan untuk membentuk sumber daya manusia (SDM) bagi pelayan gereja.
Sebab dilingkungan GBI, pelayan adalah pendeta pembantu, pendeta muda serta pendeta penuh. Selain itu ada majelis yang ikut terjun langsung didalam pelayanan. Sehingga perlu menambah SMD dalam mengelola pelayanan bagi jemaat.
“Karena banyak menjadi majelis dengan berbagai latar belakang dan tidak memiliki pendidikan ilmu teologia, belum memiliki tentang bagaimana mengelola pelayanan yang baik sehingga perlu dibekali,” tutur Money.
Ketua pelaksana diklat ini mengungkapkan, diklat terdapat sedikitnya 40 materi yang akan disampaikan dalam rangka membangun SDM. Misalnya, materi tentang karaker seorang pejabat gereja, manajemen gereja lokal, pertumbuhan gereja, apa itu doa dan sebagainya.

Peserta diklat SDM GBI Nabire – Bumiofinavandu.

Pesertapun di bagi dalan dua kelas. Yakni sebagian akan dipersiapkan untuk menjadi pendeta pembantu. Sedangkan yang sudah menjadi pendeta pembantu akan dipersiapkan untuk menjadi pendeta muda. Selanjutnya, yang pendeta muda akan dipersiapkan untuk menjadi pendeta penuh, namun pendeta penuh adalah wewenang sinode di Jakarta.
“Jadi kami persiapkan dan peserta dibagi dua kelas. Ada peserta yang dipersiapkan untuk menjadi pendeta. Kami fasilitasi tetapi wewenang pendeta penuh ada di sinode,” ungkap Money.
Money berharap kepada seluruh peserta untuk mengikuti diklat dengan baik agar diterapkan dalam pelayanannya sehari-hari di jemaat atau gereja masing-masing.
“Harapan saya semoga seluruh peserta mengikuti dengan baik dan mengamalkan dalam pelayanan di gereja masing-masing,” harapnya.
Salah satu peserta dari jemaat Syalom Waroki, Distrik Nabire Barat, Elon Raiki menambahkan bawah diklat sangat penting bagi seorang pejabat gereja atau pelayan bagi jemaat. Sebab, menjadi pelayan khususnya di gereja Bethel Indonesia membutuhkan waktu dan tahapan untuk menjadi seorang hamba Tuhan.
Sebab mengingat ada jenjangnya, mulai dari evangelis beberapa tahun dulu baru menjadi pendeta pembantu sebagai syarat utama.
“Jadi diklat ini akan sangat membantu kami dalam menyiapkan diri sebagai pejabat gereja atau pelayan bagi umat,” ujar Raiki.(Red)
Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!