Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Kabupaten Nabire berupaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di wilayah perkotaan dengan membenahi sarana dan prasarana pemadam kebakaran.
Bupati Nabire Mesak Magai menyebut, wilayah ini telah memiliki sejumlah kendaraan pemadam kebakaran. Namun, sebagian armada tersebut belum dapat berfungsi secara optimal karena membutuhkan perbaikan.
“Sekarang ini bukan berarti kita tidak punya mobil kebakaran. Kita ada mobil kebakaran, tetapi dari pejabat-pejabat sebelumnya belum pernah dilakukan perbaikan terhadap mobil-mobil tersebut,” ujar Bupati Mesak kepada awak media usai memimpin upacara Hari Perhubungan Nasional 2026. Kami (17/9/2026).
Karena itu, Pemkab Nabire berupaya memperbaiki dan menyiapkan kendaraan pemadam kebakaran agar dapat digunakan secara maksimal ketika terjadi kebakaran, khususnya di wilayah perkotaan.
Mesak menjelaskan, selama proses pembenahan armada pemadam kebakaran berlangsung, Pemkab Nabire mendapat dukungan dari TNI-Polri dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mengantisipasi serta menangani kejadian kebakaran di wilayah Nabire.
“Ke depan, kami pemerintah daerah berupaya bagaimana menyiapkan mobil kebakaran. Sementara ini kami mendapat bantuan dari TNI-Polri dan pemerintah provinsi untuk mengantisipasi kebakaran yang terjadi di Kota Nabire,” jelasnya.
Menurutnya, status Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah turut membuka peluang bagi daerah untuk mendapatkan dukungan dalam penyediaan sarana dan prasarana pelayanan publik.
“Berkat Nabire menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah, banyak sekali yang kita memperoleh, seperti mobil kebakaran. Kemudian ada kegiatan-kegiatan tertentu yang melibatkan masyarakat dan anak-anak kita di sini. Itu menjadi satu potensi dan kesempatan bagi kita untuk menerima manfaatnya,” tuturnya.
Ia berharap dukungan dari pemerintah provinsi maupun TNI-Polri dapat membantu memperkuat pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat.
Pemkab Nabire juga mendorong peningkatan kesiapsiagaan seluruh pihak terhadap risiko kebakaran, mengingat aktivitas masyarakat dan pembangunan di kawasan perkotaan terus berkembang. [*]













