Mimika, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi Papua Tengah menegaskan komitmen mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Papua Economic and Investment Forum (PEIF) ke-2 Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Swiss-Belinn Mimika pada Kamis (4/6/2026).
Forum dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Perekonomian, Herman Kayame, ST., MT. Dalam sambutan yang dibacakannya, PEIF disebut sebagai wadah strategis mempertemukan pemerintah, investor, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Tanah Papua. Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan ini.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Mimika, Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan dari Provinsi Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, serta Papua Pegunungan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Penanaman Modal serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu dari berbagai daerah, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tim Perumusan Kawasan Ekonomi Khusus Daerah, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Gubernur menegaskan, Papua memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, kehutanan, pariwisata, energi, hingga ketersediaan tenaga kerja muda. Agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, dibutuhkan dukungan investasi yang tepat, pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kerja sama lintas sektor dan wilayah.
Ia menambahkan, kehadiran daerah otonom baru di Tanah Papua membuka peluang untuk mempercepat pelayanan publik dan pemerataan pembangunan. Kedepannya, Papua diharapkan tidak hanya dikenal karena kekayaan alamnya, tetapi juga sebagai wilayah yang berdaya saing tinggi dengan masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Secara khusus, visi pembangunan Papua Tengah diarahkan untuk mewujudkan daerah yang adil, maju, harmonis, serta berkelanjutan.
Ia juga menekankan, setiap investasi yang masuk harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, antara lain melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas Orang Asli Papua, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pengembangan ekonomi berbasis kampung. Di sisi lain, pelaksanaannya juga wajib menjaga kelestarian lingkungan dan melestarikan budaya lokal.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Papua Tengah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penyederhanaan birokrasi, kemudahan perizinan, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta penguatan konektivitas antar wilayah. Pemerintah mengajak para investor menjadikan Papua sebagai wilayah masa depan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.
Herman Kayame berharap forum ini melahirkan kerjasama nyata, komitmen investasi baru, dan terobosan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. PEIF diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak demi mewujudkan Papua yang maju, damai, sejahtera, dan bermartabat. [*]
