Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Produksi teh dari mangrove di Mimika butuh binaan dan dukungan pemerintah

31
×

Produksi teh dari mangrove di Mimika butuh binaan dan dukungan pemerintah

Sebarkan artikel ini
John NR Gobai (Kanan), Kepala Loka POM Mimika, Lukas Bosco Nugroho, ketika mendengarkan penjelasan dari ibu Belinda Mapareyau tentang pengelolaan mangrove di Mimika, Jumat (12/08/2022). –Bumiofinavandu/Dok John NR Gobai.
Example 468x60

Nabire, Bumiofinavandu –  Belinda Mapareyau, meminta kepada Pemprov Mimika dan Pemprov Papua agar memberikan dukungan sekaligus pembinaan kepada kelompoknya, agar mengelola Teh Mangrove.

Belinda, merupakan ketua kelompok dari 18 anggota yang berasal dari Kampung Pigapu, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua.

Example 300x600

“Kami sangat butuh dukungan serta pembinaan untuk olah teh dari mangrove lebih baik. Dukungan yang kami butuh adalah anggaran, lalu bina,” ujar Belinda dihadapan anggota DPR Papua, John NR Gobai ketika melakukan reses di Mimika. Jumat (12/08/2022).

Perempuan asli Komoro ini mengisahkan, dirinya diminta oleh ayahnya untuk merawat dan mengelola mangrove. Akhirnya dengan tekun, Belinda kemudian melaksanakan perintah itu. kini, manfaatnya telah dirasakan baik dari segi pendapatan hingga khasiatnya.

Ada sumber pendapatan, tetapi juga khasiat setelah minum mangrove yang diseduh dengan air, lambat laun sembuh dari sakit yang diderita.

“Selain khasiat untuk kesembuhan penyakit, ada sumber pendapatan yang kami dapat walaupun sedikit,” kisahnya.

Menurut ketua kelompok tani hutan di Kampung Pigapu, kelompoknya sudah mengolah mangrove menjadi dan juga dipasarkan sebagai sumber pendapatan guna menunjang kebutuhan keluarga.

Prosesnya adalah mangrove dikeringkan, lalu dibeli oleh Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Papua di Mimika serta masyarakat yang datang ke Kampung Pigapu.

“Ada juga rumah produksi yang diterima dari BRIN beberapa waktu lalu,” tuturnya.

Kata Belinda, persoalan yang dihadapi adalah pemasaran dikarenakan produknya masih terbatas karena kurangnya fasilitas. Selain itu, belum memiliki izin dan rumah produksi yang memadai.

“Semua masih sangat terbatas. Kami belum punya izin produksi dan beberapa kendala,” tuturnya.

Kepala Loka POM Mimika, Lukas Bosco Nugroho, meminta agar kelompok usaha tani hutan yang diketuai Belinda Mapareyau tidak khawatir dalam produksi maupun penjualan. Apalagi sudah terbukti khasiatnya dengan kesembuhan setelah konsumsi the dari mangrove.

Ia berjanji akan mendampingi mama-mama untuk mendapatkan izin dari Balai POM.

“Jangan khawatir, karena ini sudah terbukti khasiatnya. Kami akan mendampingi mama-mama untuk dapat memperoleh izin edar ataupun izin industri rumah tangga di Kabupaten Mimika,” ujar Lukas Nugroho.

Sementara itu, angota DPR Papua Jhon NR Gobai meminta kepada Pemprov Papua dan Pemprov Mimika untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada kelompok tani hutan pengelola mangrove di Kampung Pigapu.

Kelompok taninhutan itu harus disediakan fasilitas pendukun untuk pemasaran dan peningkatan produksi.

Sebab akan ekonomi keluarga. apalagi ini keahlian dari masyarakat di Kampung Pigapu, khususnya mama-mama yang mengelola mangrove menjadi the,” kata Gobai.

Gobai, meminta kepada pemerintah agar segera menyediakan sarana dan fasilitas guna menunjang usaha masyarakat di Kampung Pigapu.

Yakni dengan memberikan dukungan anggaran serta pembinaan kepada kelompok usaha tani hutan.

“Usaha seperti ini harus diperhatikan oleh pemerintah. Karena masyarakat punya potensi dalam mengelola mangrove,” ungkap Gobai.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *