Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

REDAM POTENSI KONFLIK PASCA INSIDEN DEIYAI, KEPALA SUKU BESAR MEEPAGO AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS

1
×

REDAM POTENSI KONFLIK PASCA INSIDEN DEIYAI, KEPALA SUKU BESAR MEEPAGO AJAK MASYARAKAT JAGA KAMTIBMAS

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Menyikapi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca-insiden penganiayaan di Kabupaten Deiyai yang mengakibatkan meninggalnya seorang warga dari Kerukunan Biak, almarhum Michael Rumaseb, Kepala Suku Besar Meepago, Melkias Keiya, secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap dan imbauan kedamaian kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Meepago, khususnya di Kabupaten Nabire dan Deiyai.

​Langkah ini diambil sejalan dengan upaya preventif dan humanis yang sebelumnya telah digalang oleh jajaran Direktorat Intelijen Keamanan (Dit Intelkam) Polda Papua Tengah bersama pihak keluarga korban dan Ikatan Keluarga Kerukunan Biak Nabire (IKKBN).

Example 300x600

Pernyataan Sikap Kepala Suku Besar Meepago :

​Sebagai pimpinan adat yang mengayomi wilayah Meepago, Melkias Keiya menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi keputusan besar keluarga besar IKKBN yang memilih fokus pada pengurusan jenazah almarhum demi menjaga situasi Nabire tetap aman dan kondusif.

​Guna memastikan situasi tetap terkendali dan tidak melebar menjadi konflik horizontal, Kepala Suku Besar Meepago menegaskan beberapa poin penting:

​Mendukung Penuh Penegakan Hukum oleh Polda Papua Tengah: Kepala Suku Besar menegaskan bahwa insiden penganiayaan di Deiyai adalah murni tindakan kriminal perorangan. Oleh karena itu, ia mendukung penuh Polda Papua Tengah untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

​Menolak Segala Bentuk Provokasi: Seluruh masyarakat adat di wilayah Meepago diimbau untuk merapatkan barisan, menahan diri, dan tidak terpengaruh oleh isu-isu liar atau hasutan yang sengaja diembuskan oleh oknum-oknum yang ingin memecah belah keharmonisan antar-suku yang sudah terjalin lama.

​Mengawal Kedatangan dan Keberangkatan Jenazah dengan Damai: Mengingat jenazah almarhum direncanakan akan diberangkatkan ke Kabupaten Biak melalui pelabuhan Nabire pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, Melkias Keiya meminta warga Meepago untuk menghormati prosesi tersebut dan ikut menjaga ketertiban di sepanjang rute yang dilalui massa penjemput.

​Imbauan Kamtibmas Melkias Keiya kepada Masyarakat :

​”Saya, Melkias Keiya, selaku Kepala Suku Besar Meepago, mengimbau kepada seluruh anak adat, masyarakat, dan segenap warga yang berada di wilayah Lapago, Meepago, serta pesisir untuk tetap tenang. Mari kita tunjukkan komitmen moral kita dengan menjaga keamanan di tanah ini. Jangan ada yang mengambil tindakan main hakim sendiri yang justru akan melahirkan masalah baru. Kita percayakan sepenuhnya keadilan ini kepada pihak kepolisian (Polda Papua Tengah) yang sedang bekerja.”

​Guna mengantisipasi adanya potensi gesekan saat iring-iringan jenazah bergerak dari titik penjemputan di pertigaan Hotel Adaman Nabire, pihak otoritas adat juga telah berkoordinasi dengan Polres Nabire agar melakukan pengawalan ketat demi memastikan seluruh rangkaian prosesi berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!