Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
PerempuanSeputar Tanah Papua

Seminar Penjaringan Aspirasi Perempuan Adat Papua Tengah Digelar di Nabire

10
×

Seminar Penjaringan Aspirasi Perempuan Adat Papua Tengah Digelar di Nabire

Sebarkan artikel ini
Mirna B. Hanebora, anggota MRP Papua Tengah, Pokja Perempuan
Example 468x60

NABIREkalawaibumiofi.com | Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Mirna Binggoro Hanebora, akan menyelenggarakan kegiatan penjaringan aspirasi dan seminar dengan tema “Pengakuan, Pelindungan dan Keberpihakan Terhadap Perempuan Adat Papua Tengah”. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 10 September 2025, di Adamant Hotel, Jalan Poros Wadio, Nabire.

Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni John NR Gobai (Anggota DPR Papua Tengah) dan Merry C. Yoweni Mara, S.H., M.H. (tokoh intelektual Nabire). Peserta yang diundang meliputi perwakilan perempuan adat dari kampung-kampung, lembaga adat perempuan, tokoh perempuan gereja, kepala suku, lembaga masyarakat adat, serta anggota DPR kabupaten dan DPR Papua Tengah.

Example 300x600

Menurut Mirna, peran perempuan adat di Papua Tengah sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bekerja di kebun, berdagang di pasar, hingga mengurus keluarga. Namun, keterlibatan mereka dalam ruang pengambilan keputusan adat maupun politik masih terbatas.

“Otonomi Khusus Papua sebenarnya memberi peluang bagi perempuan untuk ikut serta melalui kursi khusus di MRP maupun DPR. Tetapi kenyataannya, suara perempuan adat masih sering dipandang sebelah mata,” ujar Mirna.

Seminar menurut Mirna : menggali masalah yang dihadapi perempuan adat Papua Tengah, mendengar pengalaman langsung dari berbagai kalangan perempuan, menyusun rekomendasi kebijakan berdasarkan aspirasi masyarakat dan menjadikan hasil forum sebagai bahan dasar peraturan daerah (Perdasi/Perdasus) tentang perlindungan perempuan adat.

Beberapa isu utama yang menjadi perhatian meliputi : rendahnya akses pendidikan, tingginya angka kematian ibu melahirkan dan stunting, keterbatasan akses ekonomi, tingginya angka perkawinan anak, kekerasan dalam rumah tangga, serta minimnya representasi perempuan dalam lembaga politik dan musyawarah adat.

Melalui forum ini, diharapkan muncul peta masalah yang komprehensif, rekomendasi kebijakan yang realistis, dan komitmen dari para pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti aspirasi perempuan Papua Tengah.

“Seminar ini bukan hanya forum diskusi, tetapi wadah untuk memperkuat posisi perempuan adat agar turut serta dalam menentukan arah pembangunan Papua Tengah,” kata Mirna. [*]

Ikuti saluran KALAWAIBUMIOFI.COM II Portal Berita Dan Informasi Terkini Di Tanah Papua di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VbAohiL8vd1I15XzTI30

Example 300250
Example 120x600