Dogiyai, Kalawaibumiofi.com | Sukacita melingkupi umat Stasi St. Yohanes Pembaptis Diyoudimi, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, pada Rabu (24/6/2025). Hari ini, berlangsung tiga perayaan sekaligus yakni, HUT Stasi ke-70, Pesta Kelahiran St. Yohanes Pembaptis, serta penerimaan Sakramen Pernikahan bagi pasangan Palpianus Magai dan Yuvenia Gobai. Kehadiran Bapa Osea Petege turut menambah kemeriahan rangkaian kegiatan tersebut.
Kedatangan Osea Petege bermula saat RD Yeskiel Tawakidua Dole Belau, Pr, Pastor Paroki Kristus Penebus Timeepa, menyampaikan rencana Misa perayaan saat kembali dari wilayah Megai II. Mendengar kabar tersebut, Bapa Osea segera menyatakan kesediaannya untuk hadir. Sehari sebelum acara, ia kembali memastikan kehadirannya melalui pesan daring. Ia memulai perjalanan dari Nabire sejak dini hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIT.
Sesampainya di Diyoudimi, Osea disambut secara adat oleh umat. Ia diarak menggunakan tandu dari jalan raya menuju kompleks stasi, diiringi tarian dan nyanyian dalam bahasa Mee yang bermakna: “Selamat datang penolong kami, yang mau membantu memikul beban kami”. Penghormatan ini menjadi wujud rasa terima kasih dan penghargaan umat kepada tamu kehormatan.
Setelah tiba di pastoran, RD Yeskiel menyampaikan sambutan selamat datang.
“Kehadiran bapak Osea dan bantuan yang diberikan merupakan kado istimewa bagi perayaan HUT ke-70 ini. Semoga Tuhan senantiasa melimpahkan berkat dan kesehatan bagi Bapa serta seluruh kegiatan yang dijalankan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Felix Iyai, pewarta sekaligus warga setempat, turut mengungkapkan rasa syukur. “Kami tidak menyangka Bapa bisa meluangkan waktu hadir di sini. Ini adalah berkat bagi kami. Terima kasih dan semoga Tuhan senantiasa memberkati,” katanya.
Selanjutnya, Osea Petege menyerahkan bantuan dana untuk pembangunan gedung gereja baru Stasi St. Yohanes Pembaptis. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada Stefanus Iyai, Bendahara Pembangunan sekaligus Kepala Sekolah SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia.
“Saya serahkan ini sebagai persembahan kepada Tuhan, sehingga saya tidak menyebutkan jumlahnya. Hal itu akan disampaikan langsung oleh bendahara,” ujar Bapa Osea dengan rendah hati.
Stefanus Iyai menerima bantuan itu dengan rasa syukur. Ia menjelaskan tahapan pembangunan yang telah berjalan dan menyampaikan harapan agar dukungan serupa dapat terus diberikan.
“Kami akan tetap melaporkan perkembangan pembangunan. Mohon kiranya Bapa tidak segan-segan mendampingi kami dalam proses ini,” pintanya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Misa Kudus yang dipenuhi suasana syukur. Acara ditutup dengan doa bersama, nyanyian pujian, serta jamuan makan yang dihadiri seluruh umat. Semangat kebersamaan dan gotong royong terlihat jelas, mencerminkan keselarasan antara iman dan budaya masyarakat setempat.
Kehadiran Osea Petege dan dukungan yang diberikan menjadi harapan baru bagi kelanjutan pembangunan rumah ibadah. Umat pun berkomitmen untuk melanjutkan pekerjaan tersebut sambil mendoakan kebaikan bagi semua pihak yang telah membantu. [*]
