Nabire, Kalawaibumiofi.com | Desas-desus akan adanya mutasi jabatan terhadap Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, AKBP Samuel Dominggus Tatiratu, SIK, mengundang perhatian dan harapan tersendiri dari masyarakat setempat. Suku Besar Yerisiam Gua berharap, meskipun ada pergantian posisi, perwira tersebut tetap ditempatkan di lingkungan Polda Papua Tengah dengan posisi atau jabatan yang bisa terus mengayomi dan merangkul masyarakat seperti saat bertugas di Polres Nabire. Sehingga pengalaman dan kemampuannya dapat terus dimanfaatkan.
“Shalom, selamat siang menjelang sore. Izinkan kami dari Suku Besar Yerisiam, salah satu pemilik tanah asli Nabire bersama enam suku pesisir lainnya, menyampaikan pandangan kami terkait kabar mutasi Bapak Kapolres,” ujar Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua Kabupaten Nabire, Robertino Hanebora, dalam keterangannya kepada awak media Kalawaibumiofi, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, tantangan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Tengah, khususnya di Polres Nabire tidaklah ringan apalagi Nabire sebagai ibu kota Provinsi. Berbagai persoalan mulai dari angka kriminalitas, potensi konflik sosial, hingga dinamika situasi yang beragam menjadi pekerjaan berat yang membutuhkan pemimpin yang mengerti kondisi lapangan.
“Di sini persoalannya cukup kompleks, tidak hanya soal kejahatan biasa, tapi juga berkaitan dengan tata kehidupan masyarakat dan kondisi wilayah. Dan kami melihat sendiri, sosok Bapak Samuel ini adalah orang yang sangat tepat untuk memahami dan menangani keadaan seperti ini,” tuturnya.
Hanebora mengakui bahwa mutasi adalah hal yang wajar dan urusan institusi dalam jenjang karir di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia. Namun ia berpesan agar pertimbangan juga melihat jasa dan hasil kerja yang telah ditorehkan selama hampir tiga tahun terakhir memimpin Polres Nabire.
Namun selama bertugas, AKBP Samuel Tatiratu dinilai berhasil membawa perubahan nyata. Angka kriminalitas yang sempat cukup tinggi di ibu kota Provinsi Papua Tengah ini berhasil ditekan secara signifikan. Beliau juga dikenal sering turun langsung ke lapangan, menempatkan petugas di titik-titik rawan, serta menyelesaikan berbagai permasalahan dengan pendekatan yang mengedepankan kedamaian.
“Beliau bertanggung jawab besar menjaga keamanan. Warga kini merasa lebih aman karena polisi hadir di tengah masyarakat. Cara kerjanya juga menghargai adat dan budaya kami. Orang yang sudah paham karakter masyarakat Papua seperti beliau ini tidak mudah didapatkan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, tanpa bermaksud mengganggu kewenangan Mabes Polri maupun Polda Papua Tengah, ia menyampaikan harapan agar AKBP Samuel tidak dipindahkan ke luar wilayah Papua.
“Kalau memang ada promosi atau pergantian tugas, kami berharap beliau tetap tinggal di lingkungan Polda Papua Tengah. Supaya ilmunya dan pengalamannya bisa menjadi contoh serta petunjuk bagi pemimpin-pemimpin polisi yang baru datang nanti. Dan selalu berkontribusi untuk Nabire yang aman dan damai,” harap Hanebora.
Hasil Kerja yang Terlihat Nyata
Kinerja AKBP Samuel Dominggus Tatiratu memang telah mendapatkan pengakuan luas dari berbagai pihak di Nabire. Ia berhasil menekan kasus kejahatan seperti perampokan, pencurian, dan kekerasan jalanan. Bahkan banyak kasus dapat diungkap dalam waktu singkat, seperti pencurian barang yang tertangkap hanya dalam hitungan jam sejak laporan diterima.
Pada periode Oktober hingga November 2025 saja, tercatat 17 kasus dinyatakan lengkap berkasnya dan 51 kasus lainnya dalam proses penyelesaian. Kondisi yang terkendali ini bahkan diakui langsung oleh Pemerintah Daerah. Bupati Nabire, Mesak Magai, sempat menyatakan bahwa situasi wilayah kini lebih kondusif dan rasa aman warga pulih kembali.
Dalam hal pelayanan, kepemimpinannya melahirkan terobosan seperti layanan Samapta, pelayanan pengaduan 24 jam, serta pengaktifan layanan darurat melalui nomor 110. Polres juga rutin menggelar pertemuan dengan tokoh adat, agama, dan pemuda guna menjalin kedekatan serta menangani masalah sejak dini.
Berbagai kegiatan sosial juga digencarkan, mulai dari pembagian sembako, bedah rumah, hingga bantuan bagi warga kurang mampu dan pedagang kecil. Sikap tegas namun tetap manusiawi ini membuatnya mendapatkan apresiasi dari DPRD Kabupaten Nabire, tokoh masyarakat, hingga liputan media massa lokal.
“Kami ucapkan terima kasih atas pengabdiannya. Semoga apa yang menjadi harapan kami ini dapat menjadi pertimbangan yang baik demi keamanan dan kemajuan daerah kita bersama,” tutup Robertino Hanebora. [*]















