Tanah Papua

TPNPB Klaim Bertanggungjawab Terhadap Penembakan Pesawat di Korowai

18

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB menyatakan bertanggungjawab terhadap penembakan pesawat milik maskapai penerbangan Smart Air di Bandara Korowai, Kampung Danowage, Distrik Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/02/2026).

Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom mengatakan penembakan yang menewaskan pilot Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Bas Koro itu dilakukan oleh pasukan TPNPB wilayah pertahanan XVI Yahukimo dari Batalyon Kanibal.

“Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor, Kopitua Heluka bertanggungjawab atas peristiwa ini,” tulis Sebby Sambom dalam siaran pers tertulisnya, Kamis (12/02/2026).

Menurut Sambom, aksi itu dilakukan pasukan TPNPB, sebab pesawat milik perusahaan penerbangan tersebut sering mengangkut pasukan keamanan Indonesia di Tanah Papua.

“Hal ini [dilakukan] pasukan TPNPB, karena pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu keluarkan oleh manajemen markas pusat Komnas TPNPB, juga pilot-pilot ini merupakan agen intelijen militer dan polisi Indonesia,” ujar Sebby Sambom.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah atau Kabid Humas Polda Papua, Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Cahyo Sukarnito mengatakan pesawat yang ditembak merupakan pesawat komersil jenis Caravan dengan nomor resistrasi PKS-NR.

Menurutnya, pesawat tersebut berangkat dari Bandara Tanah Merah pukul 10.35 WIT, dengan membawa 12 penumpang dewasa dan satu bayi.

Pesawat ditembaki dari arah hutan samping bandara, saat mendarat. Aksi itu menewaskan pilot dan kopilot, sementara 13 penumpang berhasil selamat.

“Polda Papua telah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz dan akan mengirimkan tim yang dipimpin oleh Bapak Wakapolda Papua,” kata Kombespol Cahyo Sukarnito, Rabu (11/02/2026) . (Davine)

error: Content is protected !!
Exit mobile version