Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Victor Fun: Pendidikan Adalah Hak Setiap Anak di Papua Tengah

1
×

Victor Fun: Pendidikan Adalah Hak Setiap Anak di Papua Tengah

Sebarkan artikel ini

Nabire, Kalawaibumiofi.com |    Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., mewakili Gubernur Papua Tengah membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas yang Ramah, Setara, dan Berkelanjutan”, di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Rabu (16/9/2026).

Dalam sambutannya, Victor Fun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan FGD tersebut.

Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap anak, termasuk anak berkebutuhan khusus dan penyandang disabilitas.

“Pendidikan adalah hak setiap anak. Karena itu, setiap anak di Papua Tengah harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ujar Victor Fun dalam sambutannya.

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan layanan pendidikan dapat diakses secara adil dan setara oleh seluruh anak di Papua Tengah.

Victor juga menyampaikan pentingnya penguatan layanan pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan khusus memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka, baik melalui sekolah, guru, tenaga pendamping, maupun dukungan dari orang tua dan tenaga profesional.

Ia berharap FGD tersebut dapat menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, yayasan, guru, guru pendamping khusus, tenaga kesehatan, psikolog, terapis, orang tua, serta pihak terkait lainnya.

“Kita berharap melalui kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan di Papua Tengah yang ramah, setara, dan berkelanjutan,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah, pimpinan perangkat daerah, narasumber dan konsultan pendidikan, pimpinan yayasan, dokter, terapis, psikolog, kepala sekolah, guru, guru pendamping khusus, serta orang tua anak berkebutuhan khusus.

FGD ini diharapkan dapat menghasilkan masukan dan langkah konkret dalam pengembangan pendidikan inklusif serta penguatan Unit Layanan Disabilitas di Provinsi Papua Tengah. [*]

error: Content is protected !!