Nabire, BumiofiNavandu – Albert Kabiyai seorang pemuda asal Kampung Napan, Distrik Napan Kabupaten Nabire-Papua dinobatkan sebagai ketua pemuda adat Saireri wilayah II. Penobatan dilakukan oleh Lembaga Masyarakat Adat (LMA) wilayah Nabire, Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Nabire serta Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Nabire yang berlangsung di Kampung Waharia Distrik Teluk Kimi pada Jumat (6/8/2121). Penobatan dihadiri oleh enam kepala suku dari pesisir Nabire dan kepulauan serta empay kerukungan di wilayah Saireri.
Ketua LMA Nabire, Socrates Sayori mengatakan tujuan penobatan ketua pemuda adat wilayah Saireri II bertujuan untuk memberikan tanggungjawab kepada pemuda agar berjuang untuk kepentingan pemuda dalam kongres II Pemuda Saireri di Jayapura yang mempunyai utusan yang sah.
“Ini tujuannya untuk kepentingan pemuda Saireri menjelang Kongres II di Jayapura nantinya. Jadi selaih penobatan, Albert juga diberi gelar yaitu “Amav Eso atau Rajawali/Elang Perkasa” (bahasa Napan), ujar Sayori usai pengukuhan dan penobatan kepada Bumiofi.
Menurutnya, tugas dan tanggungjawab ketua pemuda Saireri II telah diberikan kepada Albert dan simbol-simbol adatnya.
Ia menilai, hal ini perlu dilakukan agar ada unsure keterwakilan pemuda Saireri ditingkat Kabupaten sampai Provinsi. sebab belajar dari pengalaman selama 20 tahun, keterwakilan pemuda tidak dilibatkan dalam otsus maka otsus jilid II pemuda harus ikur berperan.
“Jadi kita perlu mempersiapkan hal ini agar otsus jilid II turun pemuda sudah siap,” tuturnya.
Sementera itu, Ketua DAP wilayah Nabire, Hermas Sayori menambahkan, penobatan ini sebagai sayap penting dari wilayah Saireri II. Maka Albert Kabiyai sebagai jembatan untuk menghubungkan berbagai pihak (pemerintah dan adat) untuk kepentingan masyarakat adat melalui pemuda.
“Jadi sebelum pengukuhan ini sudah dibahas pada tanggal (2/8) kemarin. Kami harap wadah ini bermanfaat untuk pemuda Saireri II Nanti,” tambah Sayori.
Albert Kabiyai, ketua Pemuda wilayah adat Saireri II mengatakan, bahwa dirinya akan bekerja sesuai tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh para tua-tua adat. ia berharap para pemuda bergandengtangan untuk memberikan hal terbaik dan positif kepada masyarakat adatnya.
“Saya siap bekerja, tentunya perlu dukungan dari semua pihak terutama pemuda untuk berjuang mempertahankan adatnya di wilayah Saireri II,” pungkasnya.(*)
