Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Tokoh Pemuda dan intelektual Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan Arim Tabuni menyatakan pihaknya menolak semua isu provokatif dan berbagai opini dalam tahapan proses pemilihan Wakil Bupati Nduga..
Arim Tabuni merupakan tim relawan dan juru kampanye Bupati Nduga sebelumnya, almarhum Dinar Kelnea dan Wakil Bupati Nduga, Yoas Beon atau DiYo saat pemilihan kepala atau pilkada Nduga pada 2024 silam.
Kini panitia khusus Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten atau Pansus DPRK Nduga sedang melakukan tahapan proses pemilihan wakil bupati untuk mengisi kekosongan jabatan itu, setelah wakil bupati sebelumnya, Yoas Beon dilantik sebagai bupati menggantikan Dinar Kelnea yang meninggal dunia.
Dalam tahapan proses pemilihan wakil bupati kini, Arim Tabuni mengingatkan masyarakat Nduga dan berbagai pihak untuk menjaga kedamaian di antara sesama orang Nduga selama proses pemilihan calon Wakil Bupati Nduga.
Sebab, pihaknya yang merupakan tim relawan menolak berbagai isu dan opini di kalangan masyarakat Nduga yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Dua calon wakil bupati yang ada sekarang ini yaitu Paulus Ubruangge dan Maniap Kogoya berasal dari satu rumpun yang sama. Kami dari masyarakat dan tim menolak adanya opini-opini di luar nalar,” kata Arim Tabuni, Rabu (11/02/2026).
Menurut Arim Tabuni, masyarakat Nduga di 32 distrik telah memberikan hak suaranya kepada almarhum Dinar Kelnea dan Yoas Beon saat pilkada 2024.
Kini, untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati itu, partai politik pengusung DiYo saat pilkada telah merekomendasikan Paulus Ubruangge dan Maniap Kogoya. Kedua nama calon wakil bupati itu telah diserahkan Bupati Nduga kepada pansus DPRK Nduga.
“Untuk mengisi kekosongan wakil bupati kini Pak Paulus Ubruangge dan Maniap Kogoya yang diusulkan. Mereka itu bapak dan anak sehingga tidak boleh ada pihak mempengaruhi masyarakat Nduga khususnya di Jayapura dan di kampung-kampung,” ujarnya.
Katanya, untuk proses pengusulan calon wakil bupati Nduga bairkan tim koalisi parpol dan tim kampanye DiYo saat pilkada lalu yang mengusulkan. Ia pun menyatakan dalam proses ini pihaknya tidak memihak kepada salah satu calon wakil bupati.
“Siapa pun yang terpilih jadi wakil bupati, kami dukung. Apakah pak Paulus Ubruangge atau Maniap Kogoya. Kami harap jangan buang isu-isu yang tidak benar. Kami pesan atas nama alarhum Dinar Kelnea bahwa masyarakat dari 32 distrik tidak boleh dibeda-bedakan, sebab Dinar Kelnea hadir di Nduga untuk membawa perdamaian. Itu yang harus dijaga,” ucapnya.
Katanya, jenazah Bupati Nduga sebelumnya, Dinar Kelnea yang dimakamkan di Kenyam, ibu kota Nduga sebagai simbol perdamaian. Sebab selama ini orang luar Nduga menganggap masyarakat Nduga selalu terlibat konflik.
“Kita bersyukur almarhum Bupati itu membangun toleransi dan perdamaian. Jadi itu yang harus dijaga dan kedua calon wakil itu satu rumpun keluarga, sehingga jangan ada pihak yang memprovokasi,” katanya.
Arim Tabuni mengatakan, apabila ada pihak yang memprovokasi masyarakat Nduga, itu menandakan bahwa pihak tersebut ingin menciptakan konflik di masyarakat.
“Saya harap atas nama alamrhum Dinar Kelnea jangan menciptakan konflik dalam proses pemilihan wakil bupati ini. Karena yang akan berkonflik adalah antarapihak keluarga dan kedua calon ini adalah tim inti saat kampanye dan kami sendiri tim DiYo tidak memihak kepada siapa pun,” ucapnya.
Yang diinginkan pihaknya lanjut Arim Tabuni, visi dan misi DiYo yaitu membenahi pendidikan, sektor ekonomi kerakyatan, dan pengembangan sumber daya manusia atau SDM Nduga dapat dilaksanakan.
“Itu yang kami jaga karena itu adalah keinginan almarhum bupati sebelumnya. Kami juga minta bupati sebagai pembina politik, ketua DPRK Nduga dan tim pansus untuk menghadirkan kedua calon sebelum pemilihan pada 20 Februari 2026, mereka harus bersikap jelas, agar masyarakat tidak termakan isu liar,” kata Arim Tabuni.
Jabatan Wakil Bupati Nduga kini mengalami kekosongan setelah wakil bupati, Yoas Beon resmi menjabat bupati menggantikan bupati sebelumnya, Dinar Kelnea yang meninggal dunia.
Almarhum Dinar Kelnea dan Yoas Beon merupakan pemenang pilkada Nduga pada 2024. Keduanya kemudian dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Nduga periode 2025-2030.
Namun Dinar Kelnea meninggal dunia pada 14 Juli 2025. Setelah itu Wakil Bupati Yoas Beon mengemban tanggung jawab sebagai pelaksana tugas Bupati Nduga.
Yoas Beon kemudian dilantik sebagai Bupati Nduga definitif sisa masa jabatan 2025-2030 oleh Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo pada 2 Januari 2026. (Davine)

















