Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Asosiasi Komisi A DPRD Meepago dan Pemprov Papua diminta buka akses laut untuk pelajar dan Mahasiswa

56
×

Asosiasi Komisi A DPRD Meepago dan Pemprov Papua diminta buka akses laut untuk pelajar dan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Suasana pertemuan Komisi A DPDR Nabire dengan perwakilan Mahasiswa di Ruar kerja Rohedi M Cahya, Senin (23/08/2021) – BumiofiNavandu/IST.
Example 468x60

Nabire, BumiofiNavandu Menanggapi demonstrasi damai Pelajar Mahasiswa Meepago di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah [DPRD] Nabire, Senin [23/8/2021] Asosiasi Komisi A DPRD Se-Meepago desak Asosiasi Bupati Meepago dan Pemerintah Provinsi [Pemprov] Papua untuk membuka akses Kapal laut khusus Pelajar Mahasiswa Jayapura yang masih tertahan di Nabire akibat pemberlakuan PPKM Level 4 di Papua.

Rohedi M. Cahya, Sekretaris Komisi A DPRD Nabire Usai menerima Aspirasi Mahasiswa Jayapura wilayah Meepago mengatakan, pihaknya bersama Asosiasi Komisi A DPR Meepago akan mengupayakan bangun kerja sama dengan Pemerintah Daerah[Pemda] Meepago [IntanJaya,Paniai,Deiyai,Dogiyai dan Nabire] juga pemerintah provinsi Papua untuk membuka Akses Kapal Laut memulangkan pelajar mahasiswa Jayapura yang masih tertahan di Nabire.

”Kita kan perpanjangan suara rakyat, maka akan kita upayakan kerja sama dan desak Pemda wilayah Meepago dan Pemprov agar adik-adik bisa pulang ke Jayapura untuk sekolah dan Kuliah,” tutur Cahya.

Example 300x600

Ketua Komisi A DPRD kabupaten Nabire, Marcy Kegou dalam pertemuan Asosiasi Komisi A DPRD di ruang rapat komisi A DPRD Nabire mengatakan, ada sekitar 300 Pelajar dan Mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Jayapura sedang tertahan di Nabire karena pembatasan akses Kapal laut dan juga karena mahalnya biaya transportasi udara dengan protokol kesehatan yang ketat.

”Komisi A DPR Meepago akan rapat bersama dan menyusun agenda agar desak Bupati-bupati wilayah Meepago dan Pemerintah Provinsi Papua mengambil jalan keluar selamatkan ratusan mahasiswa Jayapura yang masih tertahan di Nabire untuk kembali ke Jayapura mengikuti proses belajar-mengajar,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai, Agustinus Tebai mengaku kesal dengan adanya pembiaran dari pemerintah daerah wilayah Meepago terhadap aspirasi mahasiswa Jayapura padahal mereka sebelumnya sudah melakukan demonstrasi damai ke PT.Pelni dan di depan Kediaman Pejabat sementara Bupati Nabire.

”Sebenarnya mereka demo ini yang ketiga kali.sebelumnya pernah mereka demo di Pelni Pelabuhan , Depan Kediaman Bupati dan kini Kantor DPRD karena terkesan adanya pembiaran,” kata Tebai.

Ia berharap, Pemerintah daerah Meepago harus secepatnya mengambil langkah yang tepat untuk pulangkan Pelajar mahasiswa Jayapura.

”Mereka mendesak begini karena ada keperluan dengan aktivitas kampus seperti ada yang mau wisuda, KKN, PKL dan ada juga Mahasiswa baru. Untuk itu, kami mohon kepada Pemerintah Propinsi Papua, Asosiasi Bupati Meepago dan Pemda Nabire segera membuka akses laut,” tegas Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan, Cepat atau Lambat Asosiasi Komisi A DPR Meepago akan usahakan keberangkatan pelajar mahasiswa Jayapura. untuk itu, diharapkan kepada pelajar Mahasiswa untuk siapkan berkas keberangkatan dari sekarang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.(*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!