Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Hotspot Mulai Menurun, Masyarakat Diminta Cegah Kebakaran Sejak Dini

3
×

Hotspot Mulai Menurun, Masyarakat Diminta Cegah Kebakaran Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun. Kamis (27/8/2026), – Kalawai. Welem Weblo.

“Pemerintah berharap kondisi terus membaik dan tidak muncul titik api baru. Curah hujan yang diprediksi turun mulai bulan Oktober diharapkan ikut meredakan dampak asap dan kekeringan yang melanda saat ini”

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan  bahwa titik panas di wilayah ini mulai mengalami penurunan. Walau demikian, masyarakat dihimbau agar turut mencegah pembakaran lahan dan sampah demi mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah cuaca kering ekstrem. Pernyataan ini disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPR Provinsi Papua Tengah di Kantor DPR Papua Tengah, Kamis sore (27/8/2026).

Rapat ini, dihadiri Kapolda Papua Tengah, Danrem, Kapolres Nabire, Kepala BPBD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala BMKG, serta sejumlah anggota DPR Papua Tengah. Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Victor Fun, S.Sos., M.Si., hadir mewakili Gubernur Papua Tengah. Ia menjelaskan pemerintah daerah telah menjalankan langkah-langkah penanganan sesuai arahan Gubernur.

“Pemerintah daerah melalui instansi teknis sudah melakukan langkah-langkah strategis sesuai arahan Bapak Gubernur tentang penanganan kebakaran lahan dan hutan,” ujar Victor.

Ia menyebut, petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan secara rutin selama 24 jam. Dan diperkuat dukungan personel dari Polda Papua Tengah maupun TNI. Meski titik panas mulai berkurang, kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah seperti Nabire, Paniai, Intan Jaya, hingga daerah pegunungan. Pemerintah juga telah bersiap sejak dini, berbekal informasi BMKG mengenai potensi fenomena El Nino.

“Kami berharap dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Bukan hanya pemerintah, tetapi kesadaran masyarakat juga sangat penting untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.

Victor Fun menegaskan larangan membakar lahan berlaku untuk siapa saja, sekalipun lahannya milik sendiri. Cuaca yang sangat kering membuat api sulit dikendalikan dan berpotensi meluas dengan cepat.

“Walaupun lahannya milik sendiri, jangan dibakar karena cuaca yang ekstrim dikhawatirkan membuat api tidak terkontrol dan menyebar ke mana-mana. Dampaknya cukup luas,” tegasnya.

Terkait wilayah pegunungan dan daerah terpencil yang sulit dijangkau jalur darat, pemerintah berupaya mencari jalan keluar bersama pihak terkait, termasuk mengupayakan dukungan dari pemerintah pusat maupun maskapai penerbangan.

“Untuk lokasi yang bisa kita jangkau dengan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, akan kita lakukan penanganan. Namun untuk wilayah seperti gunung-gunung yang sulit dijangkau, kami akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak maskapai untuk mencari langkah penanganan yang memungkinkan,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!