Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Hukum dan Kriminal

Insiden Lagari : Kata Saksi, Kapolres, Kapendam, Hingga Perusahaan Dan KKB

154
×

Insiden Lagari : Kata Saksi, Kapolres, Kapendam, Hingga Perusahaan Dan KKB

Sebarkan artikel ini
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, Sabtu (21/02/2026), – Kalawai/Ist.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Insiden penembakan dan pembakaran pos keamanan perusahaan tambang PT Kristalin Ekalestari (PT KEL) yang beroperasi di Sungai Musairo, Kampung Lagari 2, Distrik Makimi, Nabire, Papua Tengah, diduga dilakukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK).

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (21/02/2026) sekitar pukul 15.00 WIT. Tiga orang yang sedang berada di pos saat itu diserang. Dua orang meninggal dunia akibat terbakar, sementara satu lainnya selamat karena melompat ke sungai.

Example 300x600

Saksi yang selamat, RM (75), menceritakan bahwa penyerangan dimulai saat ia dan dua rekannya berada di pos. Awalnya, pos diserang tembakan sebelum akhirnya dibakar.

“Saya yang pertama ditembak duluan, tapi menyelamatkan diri dan melompat ke sungai. Pelaku mengira saya anggota,” kata RM.

Menurut RM, saat kejadian satu orang sedang tidur, satu lagi berjaga, dan ia berada di sebelah kanan. “Satu tidur, satu duduk jaga. Bertiga di situ. Saya di sebelah kanan. Saya yang ditembaki duluan,” jelasnya.

RM berkisah, siang itu tiba-tiba ia dan rekannya mendengar tembakan ke arah tempat mereka duduk. Ia panik karena menjadi sasaran, lalu langsung melompat dan melarikan diri ke sungai setinggi sekitar 50 meter. Di sungai, ia sempat kehilangan kesadaran dan terapung hampir satu jam.

“Saya jatuh dan di punggung ada luka, tidak bisa bicara. Saya sembunyi di air agar tidak kelihatan,” kisahnya.

Berdasarkan cerita yang pernah didengar dan dugaan RM, pelaku penyerangan diduga kuat dari kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Mayor Aibon Kogoya.

Kapolres Nabire Pimpin Tim Ke Lokasi Kejadian

 Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu membenarkan insiden tersebut. Lokasi kejadian berada di areal camp milik PT KEL, berdasarkan laporan masyarakat.

Aparat langsung menuju TKP dipimpin Kapolres. “Benar, kami dihubungi masyarakat terkait penembakan sekaligus pembakaran pos. Saya pimpin langsung tim menuju TKP,” ujar Tatiratu.

Di lokasi, aparat melakukan pengamanan dan evakuasi masyarakat sekitar untuk memastikan keselamatan. Tim juga berupaya mengevakuasi dua jenazah dan saksi.Kedua jenazah belum teridentifikasi karena terbakar hangus.

“Tiba di lokasi, tim menemukan dua mayat dalam keadaan terbakar hangus. Kami juga evakuasi masyarakat ke tempat aman. Kondisi jenazah sangat gosong, jadi perlu tes DNA untuk identifikasi di RSUD Nabire,” jelasnya.

Proses evakuasi berjalan aman dengan keterlibatan tim gabungan TNI-Polri sebanyak 150 personel.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang cepat melapor. Kami terus evakuasi warga yang mungkin tertinggal. Keselamatan masyarakat prioritas utama,” tegas Kapolres.

Tanggapan Kapendam

Peristiwa penyerangan dan pembakaran pos keamanan di Nabire dibenarkan oleh Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia.

“Benar telah terjadi penyerangan dan pembakaran Pos Kamtibmas di Kampung Biha, Distrik Makimi. Dalam kejadian tersebut terdapat dua korban meninggal dunia,” ujar Tri Purwanto dalam keterangannya, dilansir dari Nabirenews.com.

Kapendam XVII Cenderawasih mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat yang berwenang,” tegasnya.

Tanggapan PT Kristalin Ekalestari

PT Kristalin Eka Lestari menyayangkan insiden penyerangan dan pembakaran yang dilakukan sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK). Dilansir dari media Papedanews, Head Legal PT Kristalin Ekalestari, Teguh Arif Herlambang, membenarkan kejadian tersebut.

“Dari laporan tim internal kami, kami sangat menyayangkan insiden tersebut. Saat ini, kami masih menunggu pembaruan dari stakeholder terkait terkait situasi terkini di sana,” ujar Teguh.

Teguh menegaskan bahwa pos yang terbakar merupakan pos penjagaan yang berbatasan dengan akses menuju wilayah perusahaan.

“Kami tegas menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di luar area operasional perusahaan kami,” katanya.

Pos tersebut dibangun untuk menjaga keamanan wilayah dan dijaga oleh aparat yang bertugas di area perusahaan.

Dari laporan tim internal, perusahaan masih menunggu hasil penyelidikan polisi dan pengamanan dari TNI. Kami mengapresiasi respons pihak terkait atas insiden ini.

Pihak perusahaan mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi liar yang belum terverifikasi.

“Kami tegaskan, tidak ada konflik di wilayah tersebut. Saat kejadian, pos penjagaan dalam kondisi sepi,” tambah Teguh.

Klaim KKB

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB di Nabire. Mayor Aibon Kogoya bersama pasukannya melakukan penyerangan dan menembak aparat militer Indonesia di Sungai Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi, pada Sabtu (21/2/2026).

Penyerangan tersebut mengakibatkan dua aparat meninggal dunia, satu pos dibakar, satu unit mobil Hilux ditembak, serta perampasan tiga unit senjata laras panjang dan satu unit pistol.

PIS TPNPB juga melaporkan bahwa aparat militer yang tewas sedang melakukan pengamanan untuk perusahaan PT Kristalin Eka Lestari. Aktivitas perusahaan tersebut diduga menyebabkan kerusakan hutan dan lingkungan milik masyarakat adat di Nabire.

Lebih lanjut, terjadi baku tembak antara aparat militer dan pasukan TPNPB saat aparat melakukan evakuasi.

Atas insiden tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menegaskan kepada aparat militer Indonesia agar tidak melakukan pengejaran, penangkapan, dan penembakan terhadap warga sipil yang tidak terlibat.

Demikian bunyi siaran pers yang disebarkan melalui beberapa grup WhatsApp. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!