Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Keluarga Pasien Kecelakaan Soroti Pelayanan dan Ketersediaan Alat CT Scan di RSUD Siriwini Nabire

14
×

Keluarga Pasien Kecelakaan Soroti Pelayanan dan Ketersediaan Alat CT Scan di RSUD Siriwini Nabire

Sebarkan artikel ini
Suami dari Ibu Anike Gobai, korban tabrak lari. Sabtu (11/7/2026), – Dok untuk Kalawai.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Keluarga pasien, korban kecelakaan di Nabire mengeluhkan atas pelayanan kesehatan di RSUD Siriwini. Keluhan ini khususnya terkait prosedur dan ketersediaan fasilitas pemeriksaan CT scan bagi pasien yang mengalami cedera kepala.

Salah satu anggota keluarga, Anike Gobai, menyampaikan bahwa suaminya harus menjalani pemeriksaan CT scan setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari yang merupakan suaminya sendiri, Viktor mote, yang mengalami kecelakaan pada Sabtu (4/7/2026) dini hari.

Example 300x600

Peristiwa itu terjadi pada Minggu dini hari, (10/7/2026). Pasien langsung dibawa ke RSUD Siriwini Nabire untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun  per tanggal (11/7), keluarga memperoleh informasi bahwa CT scen masih rusak. Pasien kini berada di rumahnya. Dan berdasarkan keterangan dalam pengaduan yang disampaikan, pihak medis menyarankan keluarga untuk terlebih dahulu melengkapi berkas klaim ke Jasa Raharja guna menanggung biaya pemeriksaan. Proses pengurusan berkas tersebut diketahui memakan waktu hingga hampir satu minggu.

“Nah, setelah kami lengkapi persyaratan, kami diberitahukan bahwa  mesin CT scan di rumah sakit tersebut sedang rusak sehingga tidak dapat digunakan untuk memeriksa pasien,” keluh Anike, Sabtu (11/7/2026).

Anike lantas mempertanyakan mengapa informasi mengenai kondisi alat tersebut tidak disampaikan sejak awal pasien ditangani. Padahal, keterangan itu sangat penting agar pihak keluarga dapat segera mempertimbangkan langkah penanganan lain, termasuk kemungkinan merujuk pasien ke rumah sakit lain yang memiliki fasilitas lengkap.

“Kami berharap jika alat yang dibutuhkan tidak tersedia atau sedang rusak, rumah sakit segera merujuk pasien ke tempat lain agar penanganan tidak tertunda,” ujarnya.

Ibu Anike Gobai. Sabtu (11/7/2026), – Dok untuk Kalawai.

Ia menegaskan bahwa Suaminya membutuhkan pelayanan yang cepat, transparan, dan manusiawi. Keterlambatan pemberitahuan mengenai gangguan alat medis dinilai sangat berisiko, terutama bagi pasien dengan cedera kepala yang membutuhkan penanganan segera.

“Jadi kami minta kejelasan mengenai prosedur rujukan yang berlaku bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan penunjang, ketika fasilitas di rumah sakit setempat sedang tidak dapat digunakan atau belum tersedia,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak manajemen RSUD Siriwini Nabire terkait kondisi kerusakan mesin CT scan, alur pelayanan pasien kecelakaan, maupun kebijakan rujukan yang diterapkan dalam kasus ini.

Dan keluarga pasien berharap pihak rumah sakit maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire segera memberikan penjelasan guna meluruskan kronologi, memastikan status alat kesehatan, serta menjamin langkah penanganan terbaik bagi pasien. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!