Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Kepsek SMA Yapis Nabire Berharap BOSDA Berlanjut Guna Membantu Siswa

1
×

Kepsek SMA Yapis Nabire Berharap BOSDA Berlanjut Guna Membantu Siswa

Sebarkan artikel ini
Sekolah SMA Yapis Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (17/07/2026) - Kalawai/Wellem Yeblo
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Yapis Nabire, Provinsi Papua Tengah, Abdur Sukur berharap program Bantuan Operasional Sekolah Daerah atau BOSDA dari pemerintah provinsi (pemprov) dapat berlanjut guna membantu meringankan beban biaya pendidikan siswa, khususnya di sekolah swasta.

Harapan ini disampaikan Abdur Sukur saat ditemui di SMA Yapis Nabire di Jalan Ampera, Kelurahan Kali Harapan, Kabupaten Nabire, Jumat (17/07/2026).

Abdur Sukur menjelaskan, sebagai sekolah swasta, SMA Yapis Nabire masih memungut biaya pembangunan bagi siswa baru. Namun, pihak sekolah berupaya mengurangi beban orang tua melalui pemanfaatan dana BOSDA.

Example 300x600

Sementara untuk beberapa kebutuhan siswa, seperti seragam batik dan seragam olahraga menurutnya, diberikan secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

Abdur Sukur mengatakan, yang berhak menerima bantuan atau sebagai penerima manfaat BOSDA, adalah siswa yang terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Sebab, penggunaan dana BOSDA maupun BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah pusat harus mengikuti petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Penggunaan dana BOS tidak boleh keluar dari petunjuk teknis. Semua sudah diatur, mulai dari perencanaan hingga penggunaannya,” kata Abdur Sukur.

Katanya dalam pelaksanaannya, pihak sekolah menerapkan prinsip transparansi. Pengelolaan dana tidak hanya melibatkan kepala sekolah dan bendahara, juga seluruh guru serta staf tata usaha melalui penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) dan Rencana Anggaran Pendapatan (RAP).

“Semua guru dan staf mengetahui penggunaan anggaran. Jadi bukan hanya kepala sekolah yang bertanggung jawab, tetapi seluruh unsur sekolah ikut mengawasi,” ucapnya.

Mengenai program unggulan sekolah kata Abdur Sukur, SMA Yapis Nabire terus berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan tenaga pendidik yang sesuai bidang keahliannya.

Selain itu, sekolah juga mengembangkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Peraturan Baris-Berbaris (PBB), dan kegiatan budaya lokal.

Menurutnya, meskipun sekolah swasta memiliki keterbatasan sarana dan prasarana dibandingkan sekolah negeri, kualitas pendidikan dan prestasi siswa tetap harus menjadi prioritas utama.

“Pembelajaran yang disiplin dan berkualitas menjadi program unggulan kami. Kami ingin siswa memiliki kemampuan yang mampu bersaing dengan sekolah lain,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Yapis Nabire, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Abdur Sukur saat diwawancarai, Jumat (17/07/2026) – Kalawai/Wellem Yeblo

Karenanya, Abdur Sukur berharap pemerintah tetap melanjutkan program BOSDA yang dinilai sangat membantu siswa dan sekolah. Ia pun berpesan kepada seluruh siswa SMA Yapis Nabire agar tetap percaya diri dan terus berprestasi.

“Jangan minder karena bersekolah di sekolah swasta. Walaupun sarana dan prasarana kami masih terbatas, hal itu tidak boleh menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Yang terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan diri,” katanya.

Jumlah siswa yang terdaftar di SMA Yapis Nabire saat ini lanjut Abdur Sukur, mencapai 107 orang yang terbagi dalam dua jurusan, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Katanya, jumlah pendaftar murid baru pada tahun ajaran ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga kini, SMA Yapis Nabire hanya menerima 12 siswa baru.

“Kami melihat minat masyarakat masih cenderung memilih sekolah negeri. Bahkan tahun ini banyak sekolah swasta yang mengalami penurunan jumlah peserta didik,” ujar Abdur Sukur. (Wellem Yeblo)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!