Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

Pertamina Hentikan Sementara Pasokan Biosolar ke SPBU Tanah Hitam Jayapura

0
×

Pertamina Hentikan Sementara Pasokan Biosolar ke SPBU Tanah Hitam Jayapura

Sebarkan artikel ini

Nabire, Kalawaibumiofi | PT. Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku menghentikan sementara pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Biosolar ke SPBU 84.991.04 di Jalan Raya Tanah Hitam, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, selama tujuh hari, terhitung sejak 23 hingga 29 Oktober 2026.

Sanksi tersebut diberikan setelah Pertamina menemukan pelanggaran dalam penyaluran Biosolar bersubsidi di SPBU tersebut.

Pelanggaran itu berupa transaksi pengisian BBM dengan nomor polisi kendaraan yang tidak sesuai dengan kode QR yang digunakan.

Pejabat Sementara (Pjs.) Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, mengatakan sanksi diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap aktivitas penyaluran BBM di SPBU tersebut.

“Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, tercatat terdapat transaksi pengisian Biosolar subsidi dengan pelat nomor polisi yang tidak sesuai dengan QR Code kendaraan yang dilakukan oleh SPBU, dan hal ini melanggar aturan pengisian Biosolar subsidi,” kata Bramantyo dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (24/10/2026).

Bramantyo menegaskan Pertamina Patra Niaga tidak akan menoleransi penyalahgunaan BBM bersubsidi yang berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu penyaluran BBM agar tepat sasaran.

“Penyaluran BBM bersubsidi sudah diatur sehingga penyalurannya terus dijaga agar tepat sasaran dan sesuai regulasi. Pembinaan SPBU ini menjadi pengingat bagi seluruh pengelola SPBU agar menjalankan prosedur operasional secara disiplin,” tegasnya.

Ia mengatakan Pertamina tetap menjaga ketersediaan BBM secara umum di wilayah Jayapura. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Pertamina mengakui penghentian sementara pasokan Biosolar ke SPBU Tanah Hitam dapat berdampak pada kenyamanan pelanggan yang menggunakan BBM bersubsidi tersebut.

“Kami memahami pembinaan ini akan berpengaruh kepada ketidaknyamanan pelanggan Biosolar subsidi di wilayah tersebut, namun langkah pembinaan ini dilakukan untuk menjaga transparansi distribusi BBM bersubsidi. Kami akan jaga suplai dan ketersediaan BBM Biosolar subsidi di titik lembaga penyalur lainnya,” kata Bramantyo.

Pertamina Patra Niaga mengarahkan masyarakat yang membutuhkan informasi maupun ingin menyampaikan pengaduan terkait layanan dan distribusi BBM untuk menghubungi Pertamina Contact Center 135. [*]

error: Content is protected !!