Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

PKBM Yugum Liiru Resmi Berdiri di Waroki, Jawab Kerinduan Warga akan Pendidikan

1
×

PKBM Yugum Liiru Resmi Berdiri di Waroki, Jawab Kerinduan Warga akan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kepala PKBM Yugum Liru, Edipo Yogi dan beberapa lainnya di depan Yayasan yang di bangungunnya. Minggu (3/5/2026), – Kalawai/Noak Mote.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Yugum Liiru resmi berdiri di Desa Waroki. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan doa bersama dan pemasangan papan nama lembaga pendidikan nonformal tersebut, yang hadir sebagai solusi nyata meningkatkan akses pendidikan bagi warga, khususnya yang putus sekolah.

Kepala PKBM Yugum Liiru, Edipo Yogi, mengungkapkan bahwa gagasan pendirian lembaga ini telah dirintis sejak tahun 2016. Saat itu, ia masih berstatus sebagai mahasiswa semester tujuh Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Example 300x600

“Awalnya saya sering berkunjung ke keluarga di sini. Saya melihat banyak ibu-ibu sangat ingin belajar membaca dan menulis, terutama agar bisa membaca Alkitab,” cerita Edipo, Minggu (3/5/2026)

Merespons kebutuhan tersebut, Edipo memulai kelas belajar informal. Selama kurun waktu 2016 hingga 2017, kegiatan tersebut berjalan lancar dan membantu banyak warga. Namun, aktivitas sempat terhenti pada 2018 karena Edipo harus fokus menyelesaikan tugas akhir kuliahnya.

Kepala PKBM Yugum Liru, Edipo Yogi dan dua rekan lainnya di depan Yayasan yang di bangungunnya. Minggu (3/5/2026), – Kalawai/Noak Mote.

Setelah lulus, Edipo kembali ke desa dan berkomitmen mewujudkan lembaga yang lebih terstruktur. Dorongan terbesar datang dari aspirasi masyarakat yang menginginkan pendidikan yang tidak hanya bersifat sukarela, tetapi juga memberikan pengakuan resmi berupa ijazah.

“Dari situ saya berpikir perlu ada wadah resmi yang menjawab kebutuhan mereka, bukan hanya belajar membaca, tapi juga mendapatkan pengakuan pendidikan,” ujarnya.

Setelah melalui proses panjang, pada tahun 2026 PKBM Yugum Liiru akhirnya mendapatkan dukungan biaya operasional. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan sekretariat yang telah rampung pada April lalu.

Edipo menyampaikan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan masyarakat dan pihak terkait. Ia berharap kehadiran PKBM ini dapat menjadi sarana bagi warga Desa Waroki, terutama ibu-ibu dan putus sekolah, untuk meningkatkan kualitas diri.

“Harapan kami, mereka bisa kembali belajar dan mampu bersaing di dunia pendidikan maupun pekerjaan,” tutupnya.

Keberadaan PKBM Yugum Liiru diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi masyarakat setempat. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!