Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Renungan Mendalam di Perayaan Jumat Agung: Jangan Sepelekan Hal Kecil, Berjuanglah untuk Setia

11
×

Renungan Mendalam di Perayaan Jumat Agung: Jangan Sepelekan Hal Kecil, Berjuanglah untuk Setia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi | Ratusan Umat Katolik dari Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK) Bukit Meriam, Nabire, mengikuti perayaan Jumat Agung dengan penuh khidmat pada hari ini, Jumat (3/4/2026).

Misa suci itu dipimpin langsung oleh Pastor Paroki KSK, Pastor Yohanes Adrianto Dwi Mulyono, SJ.

Example 300x600

Dalam homilinya, Romo Yohanes mengajak seluruh umat untuk merenungkan perjalanan hidup Rasul Petrus, yang meski memiliki hati yang besar dan berani, pernah mengalami kegagalan dan penyesalan yang mendalam.

Pastor Adri, mecontohkan dalam kehidupan sehari-hari yang sangat dekat dengan pengalaman umat. Misalnya, membawa payung saat tidak hujan namun kehujanan saat lupa membawanya, atau kejadian lucu namun menyedihkan saat SIM habis masa berlakunya, justru bertepatan dengan razia.

“Hal-hal sepele ini sering kita alami. Kita menggampangkan sesuatu, menyepelekan, dan secara tidak terduga itu menimbulkan penyesalan,” ungkap Romo.

Menurutnya, hal serupa terjadi pada Petrus. Saat di Taman Getzemani, Petrus sangat berani bahkan siap mencabut pedang untuk membela Yesus. Namun justru saat ia berada dalam situasi biasa dan lengah, godaan datang hingga ia menyangkal mengenal Yesus sebanyak tiga kali.

“Ketika dia lagi kuat-kuatnya, dia berani. Tapi ketika dia lemah dan lengah, justru saat itulah kegagalan datang. Kesalahan seringkali bukan karena hal besar, tapi karena kita menyepelekan hal-hal kecil,” tegasnya.


Pastor Adri, juga menekankan bahwa menjadi murid Tuhan bukan berarti menjadi manusia yang sempurna dan tanpa dosa. Petrus, Yudas, dan para rasul lainnya juga tidak sempurna. Namun, inti dari menjadi pengikut Kristus adalah keberanian untuk berjuang dan berusaha tetap setia.

“Hari ini Injil meneguhkan kita : Para murid bukan orang yang sempurna, tetapi para murid adalah orang-orang yang berjuang untuk setia. Kita memang tidak sempurna, kadang lupa, kadang salah, tapi kita harus mau berjuang memperbaiki diri,” jelas Romo.

Di akhir homili, Romo Yohanes mengajak seluruh umat untuk tidak membiarkan masalah-masalah kecil terus berjalan, namun mulai berjaga-jaga dan berani berjuang menjalani hidup sesuai ajaran Tuhan.

Usai homili, umat juga akan mengikuti prosesi penciuman salib Yesus. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!