Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi Papua Tengah sedang menyiapkan tujuh asrama pelajar sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) untuk 20 tahun ke depan.
Kebijakan tersebut diwujudkan melalui pembangunan tujuh gedung asrama siswa yang tersebar di tujuh kabupaten di di wilayah ini.
Empat asrama telah dianggarkan melalui APBD Induk 2026 untuk Kabupaten Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.
Sementara itu, tiga gedung asrama lainnya di Kabupaten Dogiyai, Deiyai, dan Nabire dianggarkan melalui APBD Perubahan 2026.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel You, mengatakan pembangunan tujuh asrama tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi menyiapkan tujuh berandang SDM untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Papua Tengah dalam 20 tahun ke depan.
“Pemprov melalui Gubernur Meki Nawipa sedang menyiapkan tujuh berandang SDM untuk 20 tahun ke depan,” kata Emanuel dalam siaran pers yang diterima Jumat (25/6/2026) malam.
Menurutnya, keberadaan asrama pelajar tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempat tinggal bagi siswa. Asrama juga menjadi ruang yang memungkinkan anak-anak dari kampung atau daerah yang jauh dari pusat pendidikan untuk melanjutkan sekolah.
“Manfaatnya jauh lebih besar dari sekadar gedung tempat tidur. Artinya, anak-anak dari kampung yang jauh bisa mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” tuturnya.
Asrama juga diharapkan menjadi lingkungan pendukung bagi tumbuh kembang siswa. Dia mengatakan, didalam asrama, kebutuhan dasar seperti gizi dan kesehatan dapat lebih diperhatikan, sekaligus memberikan lingkungan yang aman bagi para pelajar.
Selain itu, siswa yang berasal dari berbagai daerah dan latar belakang dapat hidup bersama sehingga membangun hubungan sosial dan emosional antarsesama.
“Asrama menjadi tempat untuk membangun hubungan emosional yang kuat antaranak dari berbagai latar belakang sekaligus menjadi ruang untuk membentuk karakter,” katanya.
Kebijakan pembangunan asrama tersebut mendapat dukungan DPR Papua Tengah melalui persetujuan terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) Perubahan APBD 2026.
Emanuel mengungkapkan, Gubernur Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR Papua Tengah atas dukungan dan persetujuan terhadap perubahan APBD tersebut.
Apresiasi itu disampaikan gubernur dalam sambutan pada rapat paripurna penutupan dalam rangka penetapan Raperdasi Perubahan APBD Papua Tengah 2026.
Emanuel mengatakan pembangunan Papua Tengah membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan DPR serta dukungan berbagai pihak.
“Membangun Papua Tengah dari berbagai sisi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi, jika kita menyatukan perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh, kita pasti bisa meletakkan fondasi pembangunan Papua Tengah ke depan yang lebih kuat,” ungkapnya.
Pembangunan tujuh asrama tersebut diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi pelajar dari wilayah terpencil, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah provinsi dalam menyiapkan generasi Papua Tengah yang memiliki pendidikan dan karakter untuk melanjutkan pembangunan daerah. [*]












