Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Berita

496 Titik Panas Terdeteksi di Nabire, Yaur Tertinggi

3
×

496 Titik Panas Terdeteksi di Nabire, Yaur Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Sebaran titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, selama periode 1–13, – Kalawai/Dok BMKG.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |    Sebanyak 496 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, selama periode 1–13 September 2026. Distrik Yaur menjadi wilayah dengan jumlah deteksi tertinggi, yakni 180 titik.

Data Stasiun Meteorologi Douw Ature Nabire, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan peningkatan tajam jumlah titik panas dalam beberapa hari terakhir. Puncak deteksi terjadi pada 13 September dengan 268 titik.

Pada awal September, jumlah titik panas di Nabire masih relatif rendah, dengan rata-rata sekitar empat titik per hari. Peningkatan mulai terlihat sejak 8 September dan terus berlanjut hingga mencapai angka tertinggi pada 13 September.

Dari 15 distrik di Kabupaten Nabire, titik panas terdeteksi di 12 distrik atau sekitar 80 persen wilayah distrik di kabupaten tersebut.

Yaur mencatat jumlah tertinggi dengan 180 titik atau 36,3 persen dari keseluruhan deteksi. Selanjutnya Nabire Barat dengan 77 titik atau 15,5 persen dan Uwapa sebanyak 64 titik atau 12,9 persen.

Distrik-distrik lain juga terdeteksi memiliki titik panas, namun jumlahnya lebih rendah dibandingkan tiga wilayah tersebut.

Mayoritas Deteksi pada Tingkat Kepercayaan 8

Data BMKG menunjukkan sebanyak 433 titik atau 87,3 persen dari total deteksi berada pada tingkat kepercayaan 8. Sementara itu, 63 titik lainnya berada di luar kategori tersebut.

BMKG mencatat tingkat kepercayaan merupakan indikator keyakinan terhadap hasil deteksi satelit. Karena itu, keberadaan titik panas tetap perlu diverifikasi di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

“Sebagian besar deteksi berada pada tingkat kepercayaan 8, yakni sebanyak 433 titik atau 87,3 persen,” demikian catatan BMKG Stasiun Meteorologi Douw Ature Nabire.

Berdasarkan satelit pengamat, NOAA-20 menjadi penyumbang deteksi terbanyak dengan 238 titik atau 48 persen. Kemudian Suomi-NPP (S-NPP) mendeteksi 185 titik atau 37,3 persen dan AQUA sebanyak 73 titik atau 14,7 persen.

BMKG mengingatkan bahwa angka 496 titik panas tersebut merupakan hasil deteksi satelit. Angka itu tidak serta-merta berarti terdapat 496 kebakaran yang berlangsung secara bersamaan.

Deteksi satelit dilakukan pada waktu dan lokasi berbeda sehingga diperlukan pemeriksaan lapangan untuk memastikan apakah titik panas tersebut merupakan kebakaran hutan dan lahan atau sumber panas lainnya.

Meski demikian, peningkatan jumlah titik panas sejak 8 September menjadi indikator yang perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang mencatat konsentrasi deteksi tinggi.

Yaur Jadi Wilayah Prioritas

Dengan 180 titik panas, Yaur menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan di Nabire. Nabire Barat dan Uwapa juga perlu menjadi prioritas karena mencatat jumlah deteksi yang relatif tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat dan seluruh pihak tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

Masyarakat yang menemukan asap atau api di sekitar lingkungan, lahan perkebunan, maupun kawasan hutan diminta segera melaporkannya kepada instansi terkait agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan.

Data titik panas tersebut bersumber dari Stasiun Meteorologi Douw Ature Nabire untuk periode 1–13 September 2026. [*]

error: Content is protected !!